Petani Sawit di Sumsel Dilatih Manajemen Administrasi

Petani Sawit di Sumsel Dilatih Manajemen Administrasi

RADAR PALEMBANG - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bersama IPB Training, Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan serta Dinas Perkebunan Kabupaten Musi Banyuasin melaksanakan program pelatihan manajemen administrasi dan keuangan bagi petani kelapa sawit. Program ini untuk meningkatkan kompetensi petani kelapa sawit di Sumatera Selatan.

 

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 18-23 Juli bertempat di Hotel Sintesa Peninsula Palembang dan Fave Hotel Palembang. Para peserta berasal dari enam koperasi yang menaungi para petani kelapa sawit di Sumatera Selatan, yaitu KPKS Tri Bakti Sentosa, KPKS Mulyo Mandiri, KPKS Suka Rezeki, KUD Mekar Sari, KUD Mukti Jaya, KUD Mitra Tani, KPKS Suka Makmur, dan KUD Barokah Jaya.

 

Adapun peserta yang tergabung dalam pelatihan tersebut adalah 106 peserta. Pelatihan ini dalam pembukaan resminya juga dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan: Ir Agus Darwa, MSi. “Bapak Ibu petani sawit harus bersyukur karena mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan manajemen administrasi dan keuangan ini, karena tidak semua petani dapat ikut kegiatan ini. Kalau masalah budidaya saya yakin Bapak Ibu sudah paham betul, namun berbeda dengan Administrasi dan Keuangan masih banyak yang belum paham. Oleh karenanya, saya menghimbau agar Bapak Ibu dapat dengan serius mengikuti pelatihan ini," ujarnya.

 

Setelah pembukaan resmi, para peserta mengikuti materi yang disampaikan oleh para narasumber dalam kelas-kelas kecil agar lebih efektif. Program pengembangan sumberdaya ini didukung penuh oleh tim pengajar dari IPB University.

 

Koordinator tim pengajar, Dr Ir Dwi Rachmina MSi, mengutarakan bahwa melalui program ini pada dasarnya bukan hanya petani kelapa sawit yang belajar dari para narasumber. Beliau menyampaikan bahwa program ini juga menjadi pengalaman yang luar biasa bagi para dosen yang dapat belajar langsung dengan petani khususnya untuk memperoleh informasi terkini yang ada dilapangan sehingga juga akan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi.

 

Terdapat tujuh modul yang diberikan kepada petani kelapa sawit dalam pelatihan ini yaitu mengenai Pembukuan, Administrasi Keuangan, Administrasi Produksi, Mekanisme Penetapan Harga TBS, Penyusunan Proposal Usaha, Pengelolaan Kredit, Pengelolaan Simpan Pinjam, serta ditutup dengan Overview dan Integrasi. Secara keseluruhan modul tersebut disampaikan dalam bentuk teori, studi kasus, hingga diskusi tanya jawab dengan peserta dan pengajar.

 

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi petani kelapa sawit, utamanya sebagai anggota koperasi, agar dapat memahami administrasi keuangan. Selain itu, ini juga menjadi sarana refreshing bagi petani agar tidak hanya berdiam diri atau berkutat dengan rutinitas di kampung dan kebun," kata salah satu ketua koperasi sekaligus PJ peserta Sumingsro.

 

Pelatihan manajemen dan administrasi keuangan ini ditujukan sebagai salah satu sarana mengembangkan kompetensi sumber daya manusia yang bergerak dalam bidang kelapa sawit. Sehingga diharapkan agar petani dapat mengetahui dan mengimplementasikan pengelolaan administrasi dan keuangan dengan baik dan bijak ditengah-tengah fluktuatifnya harga Tanda Buah Segar. Kegiatan ini juga diharapkan dapat terus dilakukan di masa mendatang dengan inovasi-inovasi baru sehingga  dapat hadir SDM kelapa sawit yang handal dan terampil.(spt)

 

Sumber: