Pengamat Kebijakan Publik Nilai Seleksi Dirut dan Dirum PDAM Tirta Musi Terkesan Tertutup dan Tidak Transparan
Graha Tirta Musi Palembang--
PALEMBANG, RADARPALEMBANG.ID - Keputusan Panitia Seleksi (Pansel) Calon Direktur Umum dan Keuangan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Musi Palembang, menimbulkan tanda tanya serius di kalangan pegawai dan publik.
Dalam pengumuman resmi bernomor 04/PANSELDIRUM–PTMK/X/2025 tanggal 14 Oktober 2025, tiga nama dinyatakan lulus Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK), yakni Akhmad Mukhlis, Erwin Adyanto, dan Ferry Kurniawan.
Ketiganya merupakan pejabat internal Tirta Musi, masing-masing menjabat sebagai Asisten Manajer Unit Km 4, Manajer Unit Kalidoni, dan Manajer Unit Km 4.
Namun, di antara nama-nama itu, tak ada nama Hadri, sosok yang saat ini masih menjabat Direktur Umum dan Keuangan aktif dan masa tugasnya baru akan berakhir Desember 2025. Padahal, Hadri disebut juga ikut menjalani UKK sebagaimana peserta lainnya.
BACA JUGA:Warga Palembang Mengeluh Air Keruh, Ini Jawaban Perumda Tirta Musi
Publik pun bertanya, bagaimana mungkin seorang direktur aktif, yang dulu dilantik karena telah lulus UKK, kini justru dinyatakan tidak lulus dalam seleksi serupa?
Apakah kelayakan seseorang berubah seiring arah politik, atau ada “gelombang lain” yang menggerakkan peta jabatan di tubuh perusahaan air milik daerah itu?
Sementara itu, pengamat Kebijakan Publik Ir Ferry Kurniawan mengatakan, seleksi Dirut dan Dirum PDAM Tirta Musi terkesan sangat tertutup dan tidak transparan.
"Nilai hasil seleksi Uji Kompetensi dan Kelayakan (UKK) tidak diumumkan ke publik, dan mungkin saja yang diumumkan lolos seleksi bukanlah orang yang layak untuk jabatan direksi," ujarnya, Kamis 16 Oktober 2025.
BACA JUGA:Mulai Maret, Perumda Tirta Musi Tambah Kolom Air Limbah pada Rekening Tagihan
Dia mengatakan, Pansel harus umumkan nilai uji kelayakan dan kompetensi (UKK) karena bukan rahasia negara dan publik harus tahu. "Harus di umumkan nilainya berapa, jangan hanya menyebut tiga nama," tegasnya.
Namun hingga berita ini diturunkan, Ketua Pansel AHKM Isnaini Madani, belum memberikan tanggapan dan konfirmasinya.
Diamnya Pansel justru menambah kabut dugaan bahwa proses seleksi ini bukan sekadar soal kemampuan teknis dan manajerial, tetapi juga soal posisi dan kekuatan politik.
Beberapa pihak menilai, seleksi jabatan strategis di BUMD seperti Tirta Musi seringkali tak lepas dari dinamika kekuasaan lokal. Sementara perubahan kepemimpinan kerap membawa selera politik baru.
Sumber:


