Peringati Hari Puisi, Edwin Fast Baca Puisi di Ruang Publik Palembang
Penggiat sastra Sumatera Selatan Edwin Fast bersama sejumlah seniman, menggelar kegiatan pembacaan puisi di ruang publik, Minggu 26 Juli 2026.--
"Puisi menjadi ruang ekspresi yang mampu merangkum berbagai persoalan, mulai dari kondisi sungai yang tercemar limbah, polusi udara akibat aktivitas industri dan kendaraan bermotor, hingga perubahan rawa dan lebak menjadi kawasan permukiman yang menghilangkan ruang-ruang ekologis. Ketika ruang-ruang alam semakin menyempit, Puisi tetap dapat mengalir melalui berbagai medium, termasuk media sosial, sehingga mampu menembus batas ruang, waktu, dan lapisan masyarakat," ujarnya.
Ke depan, Edwin Fast akan melanjutkan rangkaian pembacaan puisi di sejumlah ruang publik Kota Palembang, di antaranya Taman Wisata Kedatuan Sriwijaya, Muara Sungai Sekanak, Taman Simpang Polda, hingga trotoar Jalan Kapten A Rivai.
BACA JUGA:Jelita Sriwijaya, Sentuhan Elegan Warisan Budaya, Febi Deru: Menginspirasi Generasi Muda
BACA JUGA:Ruwahan di Bulan Sya’ban Jadi Tradisi Budaya Lokal Sambut Ramadhan, Apa Dalilnya dalam Islam?
Seluruh kegiatan tersebut akan didokumentasikan melalui media audiovisual, dan disebarluaskan melalui media sosial agar dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Kegiatan ini mengusung tema "Sungai, Sampah, dan Kota dalam Puisi" dengan semangat "Hari Puisi, Hari Ini dan Kapan Pun".
Pelaksanaan kegiatan diprakarsai oleh Sanggar Seni Budaya Teater Alam Palembang sebagai bentuk komitmen menghadirkan puisi di tengah ruang publik dan kehidupan masyarakat.
Sumber:



