PEMPROV HUT SUMSEL 2026
BANNER BSB
Banner Honda PCX 160 2025

Peringati Hari Puisi, Edwin Fast Baca Puisi di Ruang Publik Palembang

Peringati Hari Puisi, Edwin Fast Baca Puisi di Ruang Publik Palembang

Penggiat sastra Sumatera Selatan Edwin Fast bersama sejumlah seniman, menggelar kegiatan pembacaan puisi di ruang publik, Minggu 26 Juli 2026.--

PALEMBANG, RADARPALEMBANG.ID - Memperingati Hari Puisi Indonesia yang diperingati setiap 26 Juli, penggiat sastra Sumatera Selatan Edwin Fast bersama sejumlah seniman, menggelar kegiatan pembacaan Puisi di ruang publik, Minggu 26 Juli 2026.

Kegiatan diawali dengan pembacaan puisi legendaris "Karawang-Bekasi" karya Chairil Anwar di kawasan Jalan Balap Sepeda (Kampus), kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sejumlah karya puisi Edwin Fast di Taman Andasan Pemikiran, Palembang.

Menurut Edwin Fast, puisi merupakan ruang ekspresi yang mampu menyampaikan gagasan, kritik, serta refleksi terhadap kehidupan secara padat, kuat, dan mendalam.

Melalui kegiatan ini, para seniman ingin mengajak masyarakat untuk kembali mengapresiasi sastra sekaligus memaknai pentingnya puisi dalam kehidupan sosial.

BACA JUGA:Sekda Aprizal Hasyim Sambut Antusias Harmoni Palembang: Karya Cipta Puisi Pemimpin Sambut HUT 1343 Palembang

BACA JUGA:UBD Gelar 'Belajar Sastra Bersama HISKI'

Dikatakanya, secara internasional, dunia memperingati Hari Puisi Sedunia setiap 21 Maret, sebagaimana ditetapkan UNESCO sejak tahun 1999.

"Peringatan tersebut bertujuan mendukung keberagaman bahasa, melestarikan bahasa-bahasa yang terancam punah, serta mendorong apresiasi terhadap karya sastra, penulisan, dan pembacaan puisi di seluruh dunia," jelas Edwin.

Sementara di Indonesia, terdapat dua versi mengenai Hari Puisi Indonesia. Versi pertama menetapkan 28 April, bertepatan dengan hari wafat Chairil Anwar. Peringatan ini digagas oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bersama para sastrawan melalui Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia.

Adapun versi kedua menetapkan 26 Juli, bertepatan dengan hari lahir Chairil Anwar. Penetapan tersebut dideklarasikan oleh 40 penyair dari berbagai daerah di Indonesia pada 22 November 2012 di Anjungan Idrus Tintin, Pekanbaru, Riau.

BACA JUGA:Kambang Iwak Harmoni 2026 Suguhkan Budaya Lintas Etnis di Kota Palembang

BACA JUGA:Feby Deru Dorong Senam Kriya Sumsel 2026 Cetak Rekor MURI Jadi Identitas Budaya dan Gaya Hidup Sehat

Terlepas dari perbedaan tanggal peringatan, kedua versi memiliki tujuan yang sama, yakni mengenang jasa dan kepeloporan Chairil Anwar dalam melahirkan puisi modern Indonesia yang lebih bebas, ekspresif, serta memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan sastra Indonesia.

Edwin Fast menjelaskan, puisi tidak hanya menjadi karya sastra, tetapi juga menjadi media untuk menyuarakan berbagai persoalan kehidupan. Melalui puisi, manusia dapat mengungkapkan sikap terhadap realitas sosial, lingkungan, dan kemanusiaan.

Sumber:

Berita Terkait