Tak Ada Izin, Apriyadi Pertimbangkan Tutup Permanen Diskotek DA Palembang
Asisten I Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan Apriyadi mempertimbangkan bakal menutup permanen tempat hiburan malam Diskotik DA Palembang --
RADARPALEMBANG.ID - Asisten I Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan Apriyadi mempertimbangkan bakal menutup permanen tempat hiburan malam Diskotik Darma Agung (DA) Palembang.
Apriyadi juga memastikan jika Diskotik DA yang berada di Jalan Kolonel H Barlian hingga saat ini belum mengantongi izin oprasional dari Pemprov Sumsel.
"Jika ada pihak yang mengklaim tempat tersebut telah mengantongi izin dari pemprov, maka hal itu tidak benar. Jadi kalau ada yang mengatakan sudah ada izin, itu keliru," ujar Apriyadi, Selasa, 24 Maret 2026.
Terkait peristiwa berdarah hingga mengakibatkan korban jiwa beberapa waktu lalu, Apriyadi menyebut jika hal itu menjadi bahan evaluasi serius Pemprov Sumsel.
BACA JUGA:Kapolda Sumsel Instruksikan Antisipasi Karhutla Sejak Dini
BACA JUGA:Peristiwa Berdarah Kembali Terjadi di Diskotik DA Palembang, Satu Orang Tewas Mengenaskan
"Kita melihat dari sisi sosial, dampaknya lebih banyak merusak generasi muda. Kalau hanya alasan untuk meningkatkan PAD tidak sebanding dengan risiko yang ditimbulkan," jelasnya.
Dia juga menegaskan, pihaknya bersama aparat penegak hukum akan mengambil langkah tegas. Bahkan, opsi penutupan permanen akan dilakukan jika tempat tersebut dinilai membahayakan masyarakat.
"Kalau terbukti masih buka, apalagi lewat dari jam yang ditentukan, itu menjadi bahan kuat bagi kami untuk tidak mengeluarkan izin ke depan," jelasnya.
Peristiwa Berdarah Kembali Terjadi di Diskotik DA Palembang
Seorang pria berinisial PJ dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk pada Minggu, 22 Maret 2026 di Diskotik DA, Jalan Kolonel H. Burlian, Kecamatan Sukarami, Palembang.
BACA JUGA:Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembacokan di Diskotik DA Palembang
BACA JUGA:Herman Deru Minta Polisi dan Kejati Kawal Proyek Jembatan P6 Lalan
Sebelum meregang nyawa korban yang diketahui bekerja sebagai karyawan swasta ini sempat dilarikan ke RS Siti Fatimah untuk mendapatkan perawatan.
Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada sore harinya akibat luka serius di bagian kepala.
Sumber:



