BANNER PEMPROV IDUL FITRI 2026
BANNER BSB
Banner Honda PCX 160 2025

Bakal Ada Hujan Meteor Leonid Besok, Ini Waktu Terbaik Menyaksikannya

Bakal Ada Hujan Meteor Leonid Besok, Ini Waktu Terbaik Menyaksikannya

ilustrasi Peristiwa Hujan Meteor Leonoid Besok . Kamis, 17 November 2022--

PALEMBANG, RADAR PALEMBANG - Bulan november ini terpantau akan terjadi beberapa hujan meteor, dan puncaknya di perkirakan akan ada pada malam 17 November dan juga pagi 18 November di Asia Tenggara.

Sedangkan, di kutip dari situs resmi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bahwa hujan meteor adalah fenomena astronomis tahunan yang terjadi bila saat sejumlah meteor berpindah dari titik tertentu di langit.

Dan hujan meteor ini akan tampak seperti bintang jatuh. Namun sesungguhnya,merupakan bebatuan atau debu antar planet yang memasuki atmosfer dan akhirnya terbakar karena gesekan dengan atmosfer.

Mengutip dari situs Earthsky, bahwa kita dapat melihat hampir 10 hingga 15 meteor per jam saat pada puncaknya.

BACA JUGA:Anggapan Vape lebih Sehat dari Rokok Tertnyata Salah, Ini 4 Bahaya Vape Bagi Kesehatan

Namun apabila langit terang bulan, sebagian meteor yang sinarnya sangat cerah tetap dapat terlihat walau berada di bawah cahaya satelit alami Bumi ini.

Kapan Waktu untuk Melihat Meteor?

Dimana pun letak Anda di Bumi, tidak masalah untuk anda menonton pada pagi hari saat puncak hujan meteor terjadi.

Akan tetapi ada baiknya jika anda menonton pada jam diantara tengah malam dan fajar, Dan ketika gerak maju Bumi di ruang angkasa sudah membawa bagian Bumi langsung ke aliran meteor.

BACA JUGA:Bahaya Asap Rokok Picu Kenaikan Kasus Stunting di Kota Palembang

Kemudian untuk tempat terbaik menyaksikan peristiwa hujan meteor Leonid harus jauh dari keramaian kota, sehingga kilauan bintang-bintang yang tenggelam lantaran lampu kota dapat jelas terlihat.

Anda bisa mengunjungi situs EarthSky's Best Places to Stargaze untuk bisa lebih jelas perihal mendapatkan rekomendasi lokasi tempat terbaik untuk melihat bintang jatuh berdasarkan negara tempat tinggal anda.

Hujan Meteor

Dinamai Meteor dalam hujan tahunan untuk menunjukkan titik di langit mana yang terkena pancaran.

BACA JUGA:Google Doodle Rayakan Hari Angklung Sedunia

Sedangkan Hujan Meteor Leonid berasal dari konstelasi Leo the Lion (Leo si Singa), sebab meteor-meteor ini memancar keluar dari sekitar bintang-bintang yang merupakan bagian dari Lion's Mane.

Namun jika anda melacak jalur Meteor Leonid ini di langit, maka mereka akan terlihat mengalir dari dekat bintang Algieba di rasi bintang Leo.

Merupakan titik di langit, yang mana mereka akan muncul untuk memancarkan sinar yang disebut titik bercahaya.

Namun titik bercahaya ini hanyalah sebuah ilusi optik.

BACA JUGA:POCO M5 Series, Smartphone Nge-GAS untuk Maksimalkan Performance dan Entertainment Bagi Generasi Maksimal

Untuk diketahui ilusi titik radiasi semacam itu disebabkan oleh meteor yang bergerak di jalur paralel.

Dan dalam beberapa tahun terakhir menurut Earthsky, ada banyak yang salah kaprah bahwa kita harus tahu perihal keberadaan titik pancaran Hujan Meteor agar dapat menyaksikan Hujan Meteor tersebut.

Akan Tetapi menurut Earthsky, kita sebenarnya harus melakukannya.

Sebab meteor biasanya tidak akan terlihat hingga sampai 30 derajat atau lebih dari titik pancarannya.

Jadi mereka melesat keluar dari radiasi menuju ke segala arah. Begitu juga dengan Meteor Leonid, mereka akan terlihat di seluruh langit.

Hujan Meteor Leonid Terbesar

Beberapa ahli astronomi mengatakan bahwa dibutuhkan lebih dari 1.000 meteor per jam untuk dapat menganggap Hujan Meteor menjadi badai.

Namun dari angka itu masih jauh dari 10 hingga 15 meteor per jamnya yang akan diprediksi untuk Peristiwa Leonid kali ini. Tetapi Hujan Meteor Leonid dikenal akan bisa memunculkan Badai Meteor.

Induk KOmet Tempel Tuttle menyelesaikan satu orbit dalam mengelilingi matahari tiap 33 tahun sekali, dan melepaskan material baru setiap kali memasuki tata surya di bagian dalam hingga mendekati matahari.

Sejak Abad ke-19 para Astronom pernah melihat Badai Meteor Leonid tiap 33 tahun sekali, yang dimulai dengan Badai Meteor pada tahun 1833 dan menghasilkan lebih dari

100.000 meteor per jamnya. Kemudian Badai Leonid besar berikutnya juga terlihat pada tahun 1866 dan tahun 1867. Lalu diprediksi pada tahun 1899, akan tetapi tidak terlihat.

Namun barulah pada tahun 1966 badai Leonid yang spektakuler muncul di atas Amerika.

Dan Pada tahun ini astronom di Amerika Serikat bagian barat daya memberikan laporan bahwa telah melihat 40 sampai 50 meteor per detiknya, yaitu 2.400 sampai 3.000 meteor per menitnya. Dengan rentang waktu 15 menit di tanggal 17 November 1966 dini hari.

Kemudian pada tahun 2001 Badai Hujan Meteor Leonid yang hebat terjadi.

 

 

 

 

Sumber: msn.com