BANNER BSB
Banner Honda PCX 160 2025

Corporate Highlights Hari Ini, Laba Medco Turun 76 Persen di Kuartal I 2025 dan GGRP Catat Rugi USD 5,05 Juta

Corporate Highlights Hari Ini, Laba Medco Turun 76 Persen di Kuartal I 2025 dan GGRP Catat Rugi USD 5,05 Juta

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatat penurunan laba bersih sebesar 76,13% menjadi USD17,62 juta pada kuartal I-2025, terutama akibat rugi dari entitas afiliasi AMMN. --

PALEMBANG, RADARPALEMBANG.ID - Bursa Efek Indonesia atau BEI merilis data informasi penting sejumlah emiten yang diterima radarpalembang.id, Selasa 3 Juni 2025.

Pertama, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatat penurunan laba bersih sebesar 76,13% menjadi USD17,62 juta pada kuartal I-2025, terutama akibat rugi dari entitas afiliasi AMMN. 

Meski demikian, pendapatan MEDC naik sekitar 0,86%  menjadi USD548,88 juta  dari tahun sebelumnya.

Kedua, PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) mencatat rugi bersih sebesar USD5,05 juta per 31 Maret 2025, turun 137,15% dibandingkan tahun sebelumnya. 

BACA JUGA:Corporate Highlights Hari Ini, Pinago Utama Bakal Bagi Dividen Rp80 per Saham dan Sampoerna Rp 56,2 per Saham

BACA JUGA:Domestic Highlights Hari Ini, Rata-rata Transaksi Harian Pekan Lalu Turun Jadi Rp 14 Triliun

Penjualan bersih tercatat sebesar USD43,51 juta atau menurun 63% dari tahun sebelumnya.

Ketiga, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mencatat laba bersih Rp802,87 miliar per 31 Maret 2025, naik 0,68% dari tahun sebelumnya. 

Pendapatan tumbuh 5,26% menjadi Rp3,2 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

Keempat, PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) mencatat kinerja keuangan positif pada Kuartal I-2025 dengan pendapatan Rp30,82 miliar dan laba bersih Rp1,25 miliar, naik 40% dibanding tahun sebelumnya. 

BACA JUGA:Corporate Highlights Hari Ini, Bulan Depan BRIS Bagi Dividen Rp 1,05 Triliun dan CITA 1,29 Triliun

BACA JUGA:Corporate Highlights Hari Ini, INCO Bagi Dividen Rp569,2 Miliar hingga MARK Bagi Dividen 90 Persen dari Laba

Peningkatan ini mencerminkan efektivitas strategi pasca-IPO dan akuisisi entitas anak di akhir 2024.

Keempat, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memperoleh fasilitas kredit sindikasi senilai Rp2,6 triliun. 

Sumber:

Berita Terkait