Sumsel Alami Inflasi Tahunan 2,91 Persen Sepanjang 2025, BPS Catat 5 Komoditas Ini Penyebab Utamanya
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel Moh Wahyu Yulianto saat merilis Inflasi tahunan sepanjang 2025.-BPS Sumsel-
PALEMBANG, RADARPALEMBANG.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) tercatat mengalami inflasi tahunan (year on year/yoy) sebesar 2,91% pada Desember 2025.
Inflasi tahunan (year on year/yoy) Sumsel sepanjang 2025 lalu tercatat lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2024 sebesar 1,20%.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel Moh Wahyu Yulianto, Senin 5 Januari 2026 mengatakan terdapat tiga kelompok yang memberikan dorongan tertinggi inflasi di Sumsel.
Pertama, kata dia, berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi 18,23% dengan andil 1,39%, disusul kelompok makanan,minuman dan tembakau yang mengalami perubahan harga 3,50% dan andil 1,07%.
BACA JUGA:Perawatan Pribadi dan MBG Sumbang Andil Inflasi Oktober 2025, BPS: Sumsel Inflasi 3,49 Persen YoY
Kemudian, sambung dia, terdapat kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami inflasi 1,11% dan andil inflasi 0,15%.
"Tingginya inflasi di 2025 terjadi karena tekanan harga komoditas emas yang cukup tinggi yang memberikan andil cukup besar," ungkap dia.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada 5 komoditas penyumbang inflasi di Sumsel pada akhir tahun 2025.
Mulai dari meliputi emas perhiasan, cabai merah, beras, dan bahan bakar rumah tangga, serta daging ayam ras.
BACA JUGA:Harga Emas Antam Hari Ini 6 Januari 2026 Melejit Rp 34 Ribu, Logam Mulia 5 Gram Tembus Rp 12,5 Juta
BACA JUGA:Harga Emas Antam Hari Ini 5 Januari 2026 Melejit Rp 27 Ribu, Logam Mulia 0,5 Gram Tembus Rp 1,3 Juta
Pada Desember 2025 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Sumatera Selatan sebesar 2,91 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,12.
Inflasi tertinggi terjadi di Kota Palembang sebesar 2,92 persen dengan IHK sebesar 109,43.
Sumber:



