17.434 Warga Palembang Terkena ISPA, Imbas Bencana Kabut Asap yang Kian Pekat

Senin 05-10-2026,11:02 WIB
Reporter : Maulana Muhammad
Editor : Maulana Muhammad

"Kami mengunjungi RS Charitas pada Jumat 2 Oktober 2026 berdasarkan data dinkes yang banyak menangani ISPA anak-anak di rumah sakit ini," ujarnya.

Selain rumah sakit, Ratu Dewa meminta puskesmas meningkatkan kesiapsiagaan dengan membuka layanan selama 24 jam.

Langkah itu dilakukan agar warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat kondisi udara dapat segera mendapat penanganan.

BACA JUGA:Hadapi Ancaman Karhutla, PT BPP Terapkan Sistem Injeksi Air di Lahan Gambut

BACA JUGA:Sepanjang Karhutla 2026 Polda Sumsel Tetapkan 39 Tersangka, 16 dari Korporasi

Kesiapsiagaan tersebut terutama diminta di lima kecamatan yang dinilai berpotensi terdampak karhutla, yakni Sematang Borang, Kalidoni, Alang-Alang Lebar, Kertapati, dan Ilir Barat I.

"Puskesmas harus buka 24 jam, sehingga kalau ada terdampak ISPA langsung bisa ditindaklanjuti. Di samping rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta untuk selalu standby," katanya.

Sementara itu, kualitas udara Palembang berdasarkan laporan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) BPBD Sumsel berada dalam kategori berbahaya. Konsentrasi PM2,5 tercatat mencapai 494.

Kondisi kabut asap disebut semakin terasa terutama pada pagi hingga menjelang malam hari. Situasi tersebut menjadi perhatian karena terjadi bersamaan dengan lonjakan kasus ISPA di Palembang pada September 2026.

 

 

Kategori :