RADARPALEMBANG.ID - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendorong Gubernur se-Indonesia untuk membebaskan pajak kendaraan listrik.
Buan tanpa alasan, hal tersebut dianggap dapat mempercepat peralihan masyakarat dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan ramah lingkungan.
Tito pun mengatakan pada ketentuan dalam Peraturan Pemerintah tentang Kendaraan Listrik yang sebenarnya telah membuka ruang pemberian insentif, baik berupa pengurangan maupun pembebasan pajak.
Namun, Tito menilai kondisi saat ini membutuhkan kebijakan lebih agresif.
BACA JUGA:Ini Kata Gebernur Herman Deru Soal Pajak Kendaraan Listrik di Sumsel
BACA JUGA:Bapenda Sumsel Siapkan Aturan Tarif Pajak Kendaraan Listrik, Bakal Meningkatkan Pendapatan Daerah
"Dalam PP sudah ada opsi pembebasan pajak. Saya minta gubernur menggunakan opsi itu agar lebih efektif mendorong minat masyarakat," ujarnya Senin, 27 April 2026.
Menurut Tito, pembebasan pajak tidak hanya berdampak pada peningkatan minat beli, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.
Selain itu, kebijakan ini di dinilai penting untuk mengantisipasi ketidakpastian geopolitik global yang berpengaruh pada harga energi fosil.
Tito mengingatkan, jika hanya mengandalkan pengurangan pajak, berpotensi menimbulkan perbedaan penerapan di tiap daerah. Hal itu justru bisa membuat beban pajak kendaraan listrik tetap tinggi.
BACA JUGA:KPK Soroti Pengadaan Motor Listrik MBG, Area Rawan Korupsi
BACA JUGA:Pengawasan Baterai Kendaraan Listrik di China Diperketat, Terapkan Aturan Baru Mulai April 2026
"Kalau hanya pengurangan, bisa saja ditafsirkan berbeda oleh daerah. Akibatnya pajak masih masih mahal dan masyarakat enggan beralih," jelasnya.
Tito menegaskan, target pemerintah dalam meningkatkan penggunaan kendaraan listrik akan sulit tercapai jika insentif yang diberikan tidak cukup menarik bagi masyakarat.
"Kalau masyakarat masih merasa terbebani, target transisi ke kendaraan listrik akan berat tercapai. Karena itu, pembebasan pajak (gratis) adalah langkah paling tepat saat ini," tegasnya.