Namun beberapa hal masih menjadi catatan dan perlu dilakukan kajian ulang, di antaranya sampah, kurangnya tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di lokasi yang organik dan non organik.
“Pengunjung dan pedagang harus lebih banyak diberikan edukasi, nah ini tugas Dinas Komunikasi dan Informatika untuk lebih memberikan edukasi mengunakan mobil keliling,” pinta Ratu Dewa.
Kawasan Kolonel Atmo yang selama ini tidak terlalu padat lalu lalang aktivitas warga, dan kendaraan melintas pada malam hari, tentunya dengan menyulap kawasan tersebut menjadi pusat kreasi dan hiburan warga, akan nada lonjakan dratis warga, untuk itu, Dishub harus melakukan penataan kantong parkir dan mendata jukir resmi dengan atributnya.
“Tarif parkir harus sesuai aturan jangan ada tarif parkir yang melebihi aturan,” tegasnya.
BACA JUGA:Ratu Dewa Pastikan Pelayanan Publik Tetap Normal, Meski ASN Palembang WFH 3 Hari Usai Lebaran
Direncanakan CFN akan dilaunching Sabtu 18 April 2026 malam yang akan dihadiri langsung Gubernur Sumsel.
“Penempatan Pol PP, harus sigap jangan mengumpul satu titik namun harus mobile,” tegasnya.
Di CFN juga Ratu Dewa lebih banyak pencahayaan, lebih banyak menampilkan ciri khas dan etnik Palembang.
“Konsep acara, hiburan harus menonjolkan etnik Palembang, seperti seni dulmuluk, stand up comedy berbahasa santun, serta komunitas olahraga dan seni kreatif lokal, keterlibatan UMKM lokal, posko kesehatan yang memadai, menghadirkan hiburan khas Palembang,” tegasnya.
BACA JUGA:Wujudkan Kota Berkarakter, Walikota Palembang Ratu Dewa Lakukan Transformasi Estetika Kota
Ratu Dewa menegaskan, evaluasi ini bukan sekadar catatan, tetapi akan ditindaklanjuti.
“Pemkot berkomitmen memperbaiki kelemahan agar kegiatan bebas kendaraan ini benar-benar menjadi ruang publik yang sehat, aman, dan mendidik,” tutupnya.