Menurut Anwar, kekuatan Petronas terletak pada sebaran investasinya yang tidak hanya bertumpu pada negara-negara Teluk.
BACA JUGA:Terungkap! Ini yang Buat Harga BBM RON 95 di Malaysia Lebih Murah dari Pertalite RON 90 di Indonesia
BACA JUGA:Harga BBM Nonsubsidi Pertamina di Sumsel per 1 Agustus 2025, Pertamax Series Turun, Dex Series Naik
Perusahaan migas nasional Malaysia itu juga memiliki pijakan di Brasil, Suriname, dan Kanada. Portofolio itu dinilai memberi ruang lebih luas bagi Putrajaya untuk mengatur pasokan dalam negeri tanpa sepenuhnya terpukul oleh gejolak di Timur Tengah.
Pemerintah Malaysia sedang mencari cara agar portofolio global Petronas tidak hanya menjaga arus pendapatan negara, tetapi juga menjadi bantalan atau cadangan pasokan BBM nasional saat situasi pasar makin tidak menentu.
Anwar menegaskan otoritas memantau perkembangan setiap hari. Ia menilai posisi Malaysia sejauh ini masih lebih terkendali dibanding beberapa negara tetangga, tetapi kondisi itu tidak boleh membuat pemerintah lengah.
“Untuk sementara, alhamdulillah, ketika kita melihat situasi sulit di beberapa negara di sekitar kita, kita harus bersyukur dan tidak menjadi lalai atau terlalu sibuk dengan urusan politik, melainkan fokus menjaga kesejahteraan rakyat dan negara,” ujarnya.
Langkah Malaysia ini memperlihatkan bahwa krisis energi tidak lagi dibaca semata sebagai gangguan pasokan, tetapi juga sebagai ujian atas seberapa jauh jaringan investasi luar negeri bisa dipakai untuk melindungi kebutuhan dalam negeri.