JAKARTA, RADARPALEMBANG.ID - Presiden Prabowo Subianto mengandalkan 3 program andalannya untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 8%.
Sejauh ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih stagnan di kisaran 5%. Terakhir, dalam setahun penuh pada 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11%.
Rencana besar Presiden RI Prabowo Subianto diungkapkan dalam sesi diskusi bersama jurnalis dan pengamat yang dilakukan beberapa waktu lalu.
Prabowo memaparkan berbagai kebijakan yang terfokus pada penciptaan lapangan kerja untuk meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat.
BACA JUGA:Dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, Kemenkum Sumsel Dukung Gerakan Indonesia ASRI
Makan Bergizi Gratis
Pertama, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menargetkan pertumbuhan ekonomi dapat terkerek dari rantai pasok setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG.
Melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), diperkirakan ada 1,5 juta orang yang bekerja di SPPG.
Prabowo menargetkan ada 30 ribuan SPPG yang dibangun di Indonesia dengan mempekerjakan 50 orang per unit.
"MBG nanti di puncaknya kita akan punya 31 ribu dapur. Katakanlah, untuk gampang, hitungnya 30 ribu dapur. Tiap dapur mempekerjakan 50 orang. Itu sudah 1,5 juta kerja," sebut Prabowo dikutip Selasa 24 Maret 2026.
BACA JUGA:KADIN Minta Presiden Prabowo Batalkan Impor 105 Ribu Pickup India
BACA JUGA:APINDO Minta Kepastian Hukum dan Investasi, Dukung Keinginan Prabowo Penciptaan Lapangan Kerja
Lalu, setiap unit SPPG akan menciptakan 5-10 vendor kebutuhan dapur, misalnya untuk memasok telur, buah, daging, dan lain-lain yang juga menciptakan lapangan kerja.
"Bila setiap vendor ini empiris mempekerjakan sekitar 5 orang. Jadi itu sudah berapa? Sudah 50 lagi. Another 1,5 juta orang kerja," ungkap Prabowo.