Libur Hari Raya, Gubernur Sumsel Herman Deru Antisipasi Daerah Rawan Karhutla dan Arus Mudik 2026

Sabtu 21-03-2026,17:07 WIB
Reporter : Swandra Yadi
Editor : Swandra Yadi

SUMSEL, RADARPAMBANG.ID -  Gubernur Sumatera Selatan Dr. H Herman Deru menghadiri video conference Sistem Keamanan dan Ketertiban Lingkungan pada malam takbiran menjelang Idu Fitri 1447 Hijriah, kemarin.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru menegaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama seluruh stakeholder telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Fokus utama pemerintah daerah, kata dia, adalah memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar, dan nyaman.

Ia menyebutkan, sekitar 3,87 juta pemudik diprediksi akan melintasi wilayah Sumatera Selatan pada Lebaran tahun ini.

“Sampai sekarang kita bersama Polda dan TNI terus memantau pergerakan kendaraan. Alhamdulillah, situasinya aman dan terkendali,” ujar Herman Deru.

BACA JUGA:Sejak 2022, Inisiasi Gubernur Herman Deru, Pemprov Sumsel Gelar Mudik Gratis Lebaran 2026 untuk Masyarakat

Selain pengamanan arus mudik, Herman Deru juga menaruh perhatian serius terhadap potensi bencana, khususnya daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menegaskan wilayah-wilayah rawan di Sumsel telah dipetakan, terutama menjelang datangnya fenomena El Nino.

"Kita juga mengantisipasi dampak El Nino, termasuk potensi karhutla. Daerah rawan sudah kita petakan dan menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Sementara itu, kegiatan video conference diawali dengan laporan Kakorlantas Polri Irjen Pol  Agus Suryonugroho. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk mencegah kemacetan di titik-titik rawan.

Menurutnya, arus lalu lintas di jalan tol secara umum masih aman dan terkendali. Selain itu, rekayasa lalu lintas juga telah diterapkan, termasuk sistem buka-tutup di sejumlah titik tertentu.

BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Terima Sertifikat HPL Mozaik 5 dan 6, Dorong Percepatan Digitalisasi Pertanahan

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si dalam arahannya menegaskan bahwa arus mudik Lebaran 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2025. Meski terjadi lonjakan pergerakan masyarakat, pelaksanaan mudik dinilai tetap berjalan dengan baik dan terkendali.

Ia juga mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah pemudik tidak diikuti dengan kenaikan angka kecelakaan lalu lintas. Sebaliknya, angka kecelakaan justru mengalami penurunan, yang menunjukkan keberhasilan pengamanan dan pelayanan seluruh pihak terkait.

“Ini menjadi keberhasilan kita bersama, seluruh stakeholder yang terlibat, baik dari TNI, Polri, kementerian, hingga pemerintah daerah yang bekerja secara sinergis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kapolri.

Menurutnya, pengamanan mudik bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan upaya besar negara untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman. Pengamanan tersebut juga mencakup aktivitas masyarakat di berbagai daerah, termasuk kunjungan ke tempat wisata dan pusat keramaian.

BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Kenang Kebaikan dan Pengabdian Almarhum Kemas H Abdul Halim

Kategori :