Mustain mengklaim, insinerator akan menjadi bagian kunci dalam proses pengolahan sampah. Sistemasinya, sampah akan dibakar pada suhu tinggi untuk menghasilkan uap titik uap itu lalu, digunakan untuk memutar turbin dan menghasilkan listrik.
Secara garis besar, PLTSa Keramasan akan memberikan kontribusi terhadap penyediaan listrik dengan proyeksi daya listrik dapat menghasilkan 20 megawatt (MW), dengan sekitar 17,7 MW akan disalurkan ke jaringan listrik PLN.
"Kita berharap, ini dapat memperkuat backbone listrik Palembang, yang seiring pertumbuhannya membutuhkan tambahan pasokan energi,” ujarnya.
Setiap hari, Palembang menghasilkan antara 1.200-1.500 ton sampah, dan diperkirakan akan mencapai lebih dari 14 ribu ton sampah per tahun.
BACA JUGA:Buka Festival Generasi Islami Kreatif 2026, Ratu Dewa Tekankan Pentingnya Karakter di Era Digital
Melalui PLTSa ini, sebagian besar sampah dapat diolah menjadi energi listrik, mengeluhkan adanya dua Wajah sehingga mengurangi beban TPA (Tempat Pemrosesan Akhir Sampah)," katanya.