Nantinya, pemerintah menargetkan penurunan signifikan kesalahan inklusi dan eksklusi penerima PBI JK.
"Exclusion error adalah orang yang seharusnya mendapatkan PBI tapi tidak mendapatkan PBI, sementara inclusion error itu adalah orang yang seharusnya tidak mendapatkan PBI malah justru mendapatkan PBI," jelasnya.
Menurut Gus Ipul, pembaruan data secara bertahap diharapkan memastikan PBI JK benar-benar diterima oleh kelompok masyarakat paling membutuhkan.