“Ekspor nonmigas Agustus 2024 mencapai USD 548,13 juta, turun 5,56 persen dibanding Juli 2024,”jelas dia.
Penurunan terjadi karena adanya penurunan ekspor yang siginifikan untuk komoditas Batubara dan lignit (13,29 persen), CPO (58,30 persen) dan Kayu, barang dari kayu (53,26 persen).
Penurunan juga ditunjukkan dari pertumbuhan secara c to c yang menurun hingga 8,72 persen.
Komoditas yang mengalami penurunan signifikan pada periode ini yaitu batubara dan lignit, lemak dan minyak hewan/Nabati (CPO), dan Pulp dari kayu.
Selanjutnya jika dilihat dari nilai y on y, nilai ekspor non migas justru mengalami peningkatan sebesar 21,64 persen.
Hal ini dikarenakan adanya penambahan ekspor untuk komoditas batubara dan lignit, karet dan barang dari karet, dan pulp dari kayu (bubur kertas).
Jika dilihat secara komposisi, ekspor nonmigas masih sama seperti periode sebelumnya yang masih didominasi oleh Bahan Bakar Mineral hingga 45 persen.
Komoditas utama selanjutnya yaitu Karet dan Barang dari karet serta Pulp dari kayu dimana nilai keduanya masing-masing sebesar 21,62 persen dan 20,22 persen.
“Hal ini menunjukkan bahwa komoditas unggulan ekspor dari Sumatera Selatan berasal dari sumber daya alam dan industri pengolahan,”ujar dia.