Secara umum, berdasarkan kelompok pengeluaran, penyebab terjadi inflasi di Sumatera Selatan masih dipicu oleh barang-barang konsumtif.
"Adapun faktor pendorong inflasi Sumatera Selatan pada Desember 2022 terutama didorong dari inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,39% (mtm) dengan andil 0,42% (mtm),"jelas dia.
Selanjutnya, lima komoditas dengan andil atau penyumbang inflasi terbesar pada Desember 2022 adalah daging ayam ras 0,127% (mtm), telur ayam ras 0,089% (mtm), cabai merah 0,062% (mtm), minyak goreng 0,027% (mtm) dan emas perhiasan 0,026% (mtm).
"Kenaikan daging ayam ras, telur ayam ras dan minyak goreng terjadi seiring dengan peningkatan permintaan pada periode Nataru,"ungkap dia.
BACA JUGA:Pempek Jadi Penyumbang Inflasi November 2022 di Sumsel
Peningkatan harga daging ayam ras, katabl Erwin, juga dipengaruhi oleh upaya pemerintah untuk menjaga harga jual di tingkat peternak yang masih mengalami kondisi oversupply.
Dimana melalui strategi Badan Pangan Nasional (BPN) untuk memfasilitasi penyerapan live bird oleh BUMN pangan dan perusahaan integrator dari peternak mandiri mikro dan kecil.
Sementara itu, menurut Erwin, peningkatan harga komoditas cabai merah didorong oleh peningkatan permintaan dan penurunan pasokan.
Secara umum, produksi komoditas cabai merah masih berlanjut meski kondisi cuaca tidak sekondusif bulan lalu seiring dengan puncak musim hujan yang tengah berlangsung di mayoritas daerah sentra.