BANNER PEMPROV IDUL FITRI 2026
BANNER BSB
Banner Honda PCX 160 2025

Permintaan Mobil Listrik di Asia Meningkat Tajam, Dampak Perang Iran-AS

Permintaan Mobil Listrik di Asia Meningkat Tajam, Dampak Perang Iran-AS

Permintaan akan mobil listrik di kawasan Asia saat ini mengalami peningkatan seiring naiknya harga minyak Dunia akibat perang Iran-Amerika Serikat (AS)--

RADARPALEMBANG.ID - Permintaan akan mobil listrik di kawasan Asia saat ini mengalami peningkatan seiring naiknya harga minyak Dunia akibat perang Iran-Amerika Serikat (AS).

Seperti diketahui ketegangan geopolitik di Timur Tengah, akibat perang Iran dan Amerika Serikat serta Israel berdampak kepada lonjakan harga minyak dunia.

Naiknya harga minyak Dunia tersebut tentu berimbas kepada perubahan perilaku konsumen otomotif secara global.

Mengutip dari laman JapanTimes, kondisi ini justru memberikan peluang bagi produsen kendaraan listrik (EV), termasuk BYD yang kini menikmati peningkatan minat konsumen di berbagai pasar Asia.

BACA JUGA:Tunjukan Perkembangan Positif, Polytron Mulai Siapkan Mobil Listrik Terbaru

BACA JUGA:Kenalan Yuk Sama Mobil Listrik Pertama dari Sharp LDK+, Siap Mejeng dengan Konsep Minivan di JMS 2025

Di sejumlah showroom BYD distrik finansial Manila, Filipina, lonjakan minat terhadap mobil listrik BYD terlihat jelas. Permintaan meningkat pesat dalam beberapa pekan terakhir, seiring kenaikan harga bensin dan solar.

Fenomena ini tidak hanya terjadi kepada BYD, tapi juga dialami oleh merek lain, dan menandakan adanya pergeseran prefensi konsumen menuju elektrifikasi.

Seorang tenaga penjual mengungkapkan bahwa konsumen mulai mengganti mobil berbahan bakar konvensional dengan EV, karena biaya operasional yang lebih rendah.

Selain faktor harga, kebijakan pemerintah di sejumlah negara juga ikut mendorong tren peningkatan elektrifikasi ini kembali.

Beberapa negara mulai memberikan insentif tambahan untuk kendaraan listrik, sekaligus memperketat biaya kepemilikan kendaraan berbahan bakar minyak. Hal ini semakin mempercepat peralihan menuju mobil listrik di kawasan tersebut.

BACA JUGA:Makin Laku, Tesla Ancam Pasar Mobil Listrik Nissan di Jepang

BACA JUGA:Blak-blakan, Demi Rancang Mobil Listrik Terbaru, CEO Xiaomi Beli 3 Tesla Model Y

Meski sebelumnya permintaan EV sempat diperkirakan melambat akibat berkurangnya subsidi, lonjakan harga minyak justru membalikkan situasi.

Harga Mobil Bisa Naik Terdampak Perang Iran

Sumber: