BANNER PEMPROV IDUL FITRI 2026
BANNER BSB
Banner Honda PCX 160 2025

Kapolda Sumsel Instruksikan Antisipasi Karhutla Sejak Dini

Kapolda Sumsel Instruksikan Antisipasi Karhutla Sejak Dini

Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho menginstruksikan kepada seluruh personel untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sejak dini--

RADARPALEMBANG.ID - Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho menginstruksikan kepada seluruh personel untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sejak dini.

Dihari pertama kerja usai cuti bersama Idul fitri 1447 Hijriah Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho memimpin apel pagi sekaligus halal bihalal bersama jajaran di Halaman Mapolda Sumsel, Rabu, 25 Maret 2026.

Momentum ini menjadi penanda dimulainya kembali aktivitas kedinasan sekaligus ajang konsolidasi internal untuk menyelaraskan arah kebijakan Polda Sumsel pascaLebaran.

Sandi menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh personel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan Ramadan, Idulfitri hingga Hari Raya Nyepi.

BACA JUGA:Open House Idulfitri 1447 H, Dirintelkam Polda Sumsel Pererat Silaturahmi dengan Awak Media

BACA JUGA:Irjen Sandi Nugroho Jabat Kapolda Sumsel Gantikan Irjen Andi Rian, Ini Daftar Lengkap Mutasi dari Kapolri

"Keberhasilan pengamanan ini adalah hasil kerja bersama. Ini menjadi modal kepercayaan publik yang harus kita jaga dan tingkatkan," katanya kepada wartawan.

Akan tetapi, seluruh personel diminta tetap siaga penuh, khususnya dalam memantau dinamika arus balik dan situasi kamtibmas di wilayah Sumsel.

Selain itu pengamanan arus balik, dalam arahannya, Sandi menyoroti potensi Karhutla sebagai ancaman yang harus diantisipasi sejak dini.

"Karhutla tidak bisa ditangani secara sektoral. Kita harus bergerak bersama dan lakukan pencegahan sejak dini," ujarnya.

Berdasarkan data dan prediksi dari BMKG, musim kemarau pada tahun 2026 diperkirakan datang lebih awal dan cenderung lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya, dengan puncak terjadi pada Juli hingga Agustus.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan titik panas (hotspot) yang dapat berkembang menjadi kebakaran. Dengan itu, ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk segera memperkuat langkah mitigasi seperti sinergi lintas instansi, pemetaan wilayah rawan, edukasi kepada masyarakat serta pencegahan praktik pembakaran lahan.

 

Sumber: