Disnakertrans Muba Kumpulkan Pimpinan Sektor Industri Perkebunan, Pertambangan Batu Bara, dan Migas
Kepala Disnakertrans Muba Herryandi Sinulingga menggelar pertemuan strategis awal bersama perwakilan pimpinan sektor industri perkebunan, pertambangan batu bara, dan migas.--
PALEMBANG, RADARPALEMBANG.ID – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), menggelar pertemuan strategis awal bersama perwakilan pimpinan sektor industri perkebunan, pertambangan batu bara, dan migas.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Perwakilan Pemkab Muba di Palembang ini dipimpin langsung oleh Kadisnakertrans Muba Herryandi Sinulingga AP, didampingi Kabid HI Faezal Pratama dan Thomas.
Rapat ini merupakan langkah konkret untuk merumuskan penciptaan lapangan kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri di Musi Banyuasin. Hal ini sekaligus menjadi rencana bentuk nyata tindak lanjut program Bupati HM Toha Tohet dan Wakil Bupati Kiai Abdur Rohman Husen menuju Muba Maju Lebih Cepat dan Sejahtera melalui penguatan sektor ketenagakerjaan.
Kepala Disnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga, menegaskan fokus utama pemerintah adalah memastikan "Generasi Unggul Muba" menjadi aktor utama dalam pembangunan daerah.
BACA JUGA:Kadisnakertrans Muba Ajak Perusahaan Tunaikan Hak THR Pekerja Tepat Waktu, Ini Layanan Aduan THR
"Kami berdiskusi bersama pendiri Akamigas Bapak Ali Malik dan tim instruktur teknis untuk merancang pola pendidikan vokasi yang spesifik. Tujuannya agar setiap lowongan kerja di sektor sawit, karet, migas, dan batubara dapat langsung diserap oleh tenaga kerja lokal yang kompeten dan memiliki sertifikasi industri," ujar Herryandi, kemarin.
Prioritas Tenaga Kerja Lokal dan Optimalisasi Dana CSR/PPM
Dalam pertemuan tersebut, ditekankan kembali kewajiban perusahaan untuk memprioritaskan tenaga kerja ber-KTP Musi Banyuasin sesuai mandat Perda Nomor 2 Tahun 2020.
Program ini direncanakan akan didukung melalui optimalisasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau Dana Pemberdayaan Masyarakat (PPM) sebagai sumber pendanaan Non-APBD untuk melatih generasi muda daerah secara berkelanjutan.
BACA JUGA: Tanpa Sentuh APBD, Gebrakan High-Tech Disnakertrans Muba Cetak Digital Talent
Dukungan Penuh Sektor Industri
Pihak industri menyambut positif inisiatif ini sebagai langkah membangun keberlanjutan bisnis sekaligus menurunkan angka pengangguran.
Eri Saragih, General Manager PT Indah Group (Sektor Perkebunan), menyatakan siap mendukung penuh sinkronisasi kualifikasi teknis melalui pendidikan vokasi ini. "Secara prinsip, kami siap mendukung pembiayaan melalui dana CSR Non-APBD untuk menyiapkan generasi Muba menjadi mandor, asisten, hingga tingkat pimpinan di sektor perkebunan Kedepannya," ujarnya.
Dhenri Kurniadi Harahap, HRD Head PT Putra Muba Coal (Sektor Batu Bara), menambahkan siap berkolaborasi menyusun draf kurikulum bersama mitra teknis agar kualifikasi pemuda Muba memenuhi standar operasional pertambangan. "Dengan mendidik satu orang, kita membangun satu keluarga dan satu ekosistem. Kami berkomitmen mewujudkan Skill, Knowledge, dan Attitude agar Muba Maju Lebih Cepat," tukasnya.
Sumber:


