BANNER BSB
Banner Honda PCX 160 2025

Buka Program Edukasi Pengamatan Hilal, Kemenag Ajak Konten Kreator Kuasai Hisab Rukyat

Buka Program Edukasi Pengamatan Hilal, Kemenag Ajak Konten Kreator Kuasai Hisab Rukyat

Kemenag ajak konten kreator kuasai hisab rukyat, buka pendaftaran program edukasi pengamatan hilal, juga simulasi dan visualisasi hilal awal ramadan 1447 [email protected],id

RADARPALEMBANG.ID - Kementerian Agama (Kemenag) membuka pendaftaran Yasalūnaka ‘an al-Ahillah: Hilal Observation Coaching, program edukasi pengamatan hilal yang ditujukan bagi kreator digital dan influencer muda.

Giat ini diperuntukkan bagi kreator konten dan influencer berusia maksimal 35 tahun, berdomisili Jabodetabek, serta memiliki akun media sosial aktif dengan minimal 3.000 pengikut.

Hilal Observation Coaching menjadi bagian dari penguatan literasi publik terkait penentuan awal bulan Hijriah, termasuk awal Ramadhan 1447 H.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat, mengatakan, kegiatan tersebut dirancang untuk menjembatani pemahaman masyarakat terhadap proses penetapan awal Ramadan yang dilakukan pemerintah melalui pendekatan keilmuan dan syar’i.

BACA JUGA:Hari Terakhir Ziarah Kubro Palembang, Ribuan Jemaah Tumpah Ruah di Jalan

BACA JUGA: Kabar Gembira, Jembatan Musi V Fungsional Saat Mudik Lebaran 2026

“Persoalan hilal bukan isu baru. Sejak masa Rasulullah, umat sudah bertanya tentangnya. Karena itu, penjelasannya harus berbasis ilmu, bukan asumsi atau spekulasi,” ujar Arsad Hidayat pada Minggu 8 Februari 2026.

Menurut Arsad dikutip dari website kemenag.go.id, di tengah derasnya arus informasi digital, kreator konten memiliki peran strategis dalam menyampaikan isu-isu keagamaan kepada publik.

Pemahaman yang utuh tentang hisab dan rukyat menjadi kunci agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Ia menjelaskan, melalui Hilal Observation Coaching, peserta tidak hanya diperkenalkan pada hasil penetapan awal bulan Hijriah, tetapi juga diajak memahami proses ilmiah di baliknya, mulai dari konsep hilal, parameter astronomis, hingga mekanisme pengambilan keputusan oleh pemerintah.

BACA JUGA:Indonesia Punya Lahan di Mekkah, Prabowo Ingin Bangun Kampung Haji dan Bertekad Turunkan Biaya Haji

BACA JUGA:Produk Kopi Ini Picu Kerusakan Ginjal hingga Gagal Jantung, Temuan BPOM yang Wajib Diketahui!

“Kami ingin para konten kreator memahami prosesnya secara menyeluruh. Dengan begitu, konten yang disampaikan kepada masyarakat bersifat edukatif, menyejukkan, dan memperkuat kepercayaan publik,” katanya.

Arsad menambahkan, kegiatan ini dikemas melalui pendekatan edukasi, simulasi, dan visualisasi pengamatan hilal. Peserta akan dikenalkan dengan instrumen rukyat serta cara menyampaikan informasi falak secara sederhana namun tetap akurat.

Sumber: