BANNER BSB
Banner Honda PCX 160 2025

Bukan Cuma Perkara Ngantuk, Ini yang Terjadi Pada Otak saat Menguap

Bukan Cuma Perkara Ngantuk, Ini yang Terjadi Pada Otak saat Menguap

Hasil penelitian terbaru mengungkapkan jika menguap bukan hanya efek dari rasa kantuk, tapi juga terhadap aliran cairan pelindung otak--

RADARPALEMBANG.ID - Hasil penelitian terbaru mengungkapkan jika menguap bukan hanya efek dari rasa kantuk, tapi juga terhadap aliran cairan pelindung otak

Dari hasil ujicoba terhadap 22 partisipan sehat yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of New South Wales Australia guna mengetahui efek menguap.

Para partisipan diminta untuk menguap, menarik napas dalam, menahan menguap, dan bernapas normal saat dilakukan pemindaian.

Karena menguap dan menarik napas dalam melibatkan mekanisme yang mirip, para peneliti awalnya menduga hasil pemindaian akan terlihat serupa, tapi rupanya berbeda.

BACA JUGA:Benarkah Apel Bantu Turunkan Berat Badan? Ini Faktanya untuk Kesehatan Tubuh

BACA JUGA:BPJS Kesehatan Perkuat Kualitas Pelayanan, Dorong Klinik Pratama Buka 24 Jam

Mereka menemukan menguap dapat mendorong cairan serebrospinal (CSF) menjauh dari otak ke arah tulang belakang.

"Menguap memicu pergerakan CSF ke arah yang berlawanan dibandingkan saat menarik napas dalam. Dan kami semua cuma bisa terdiam, seperti, 'wah, ini benar-benar di luar dugaan'," kata ahli saraf Adam Martinac dikutip dari Science Alert, Sabtu, 7 Februari 2026.

Kondisi ini membuat menguap diduga memiliki manfaat neurologis khusus seperti membantu 'membersihkan' limbah metabolik di otak dan mengatur suhu serta tekanan di dalam rongga kepala, meski mekanismenya masih perlu diteliti lebih lanjut.

Fenomena ini tidak muncul pada semua kasus dan lebih jarang terjadi pada partisipan laki-laki. Para peneliti mengingatkan ini juga bisa dipengaruhi gangguan dari alat pemindai itu sendiri.

BACA JUGA:RS Permata Palembang Unggulkan Center Laktasi, Siap jadi Rujukan Kesehatan Modern di Sumsel

BACA JUGA:Skor Kesehatan Finansial Indonesia 2025 Menurun, OCBC Ajak Win This Economy

Analisis juga menunjukkan napas dalam dan menguap meningkatkan aliran darah yang keluar dari otak, sehingga memberi ruang bagi darah segar untuk masuk.

Arah aliran darah tidak berubah saat menguap. Namun, pada tahap awal menguap, aliran darah arteri karotis yang masuk ke otak melonjak sekitar sepertiga, yang memberi indikasi bahwa menguap mungkin memiliki lebih dari satu fungsi biologis.

Sumber: