Kabar Gembira, Jembatan Musi V Fungsional Saat Mudik Lebaran 2026
Jembatan Musi V secara struktur utama telah tersambung dan dapat dilintasi dari Kelurahan Pulokerto menuju Kelurahan Kertapati. -humas pemprov sumsel-
SUMSEL, RADARPALEMBANG.ID - Jembatan Musi V ditargetkan dapat dilintasi saat arus mudik Lebaran 2026.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumsel H Cik Ujang saat meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Musi V di kawasan Pulokerto, Gandus, Palembang, kemarin.
Dalam peninjauan tersebut, Cik Ujang melihat dari dekat kondisi fisik jembatan yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.
Ia memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana dan meminta percepatan pada bagian-bagian yang masih belum rampung.
BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Dorong Peningkatan Layanan Haji dan Umrah di Tahun Pertama Kementerian Baru
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Jembatan Musi V secara struktur utama telah tersambung dan dapat dilintasi dari Kelurahan Pulokerto menuju Kelurahan Kertapati. Namun, sejumlah pekerjaan penyelesaian masih terus dilakukan.
Jembatan Musi V terdiri atas dua sisi jalan. Pada sisi menuju Kelurahan Kertapati, dinding beton pembatas jembatan belum seluruhnya terpasang dan permukaan jalan juga belum dilakukan pengaspalan.
Sementara itu, pada sisi yang menghubungkan Kelurahan Kertapati ke Pulokerto, dinding beton telah terpasang, tetapi permukaan jalan masih dalam tahap persiapan sebelum pengaspalan.
Dengan progres tersebut, Cik Ujang berharap seluruh pekerjaan konstruksi dapat diselesaikan tepat waktu sehingga jembatan ini bisa difungsikan untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Jembatan Musi V memiliki panjang sekitar 1,7 kilometer dan tercatat sebagai jembatan tol terpanjang di Indonesia. Keberadaannya menjadi infrastruktur strategis yang akan memperkuat konektivitas di wilayah Sumatera Selatan.
Jembatan Musi V merupakan bagian krusial dari ruas Tol Kapal Betung (Kayuagung–Palembang–Betung). Ruas tol ini memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di kawasan tersebut.
Tol Kapal Betung sendiri merupakan bagian integral dari koridor utama (backbone) Jalan Tol Trans Sumatera sepanjang 2.069 kilometer yang menghubungkan Pulau Sumatera dari Lampung hingga Aceh.
Kehadiran tol ini diharapkan mampu mengintegrasikan konektivitas antar wilayah sekaligus memperlancar arus distribusi barang, khususnya dari pusat industri di koridor Palembang–Jambi.
Sumber:


