BANNER BSB
Banner Honda PCX 160 2025

Domestic Highlights Hari Ini, Indeks Manufaktur Turun, Menkeu Soal Ekonomi 2025, Lebih Rendah dari APBN

Domestic Highlights Hari Ini, Indeks Manufaktur Turun, Menkeu Soal Ekonomi 2025, Lebih Rendah dari APBN

Menkeu RI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 di kisaran 5%. --

PALEMBANG, RADARPALEMBANG.ID - Bursa Efek Indonesia atau BEI merilis sejumlah informasi penting yang terangkum dalam domestic highlights hari ini, Rabu 2 Juli 2025.

Perkembangan dari pasar saham domestik menunjukkan IHSG pada Selasa (1/7) ditutup melemah 0,18% (dtd) ke posisi 6.915,36 dari penutupan sebelumnya pada level 6.927,68. 

"Nilai transaksi pada hari kemarin sebesar Rp11,38 triliun, dengan rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp13,28 triliun," tulis BEI dalam laporannya yang diterima radarpalembang.id.

Sementara itu, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp696,03 miliar. 

BACA JUGA:Domestic Highlights Hari Ini, Realisasi KEK Hingga Kuartal I-2025 dan Indeks Kepercayaan Industri Turun

BACA JUGA:Domestic Highlights Hari Ini, Rata-rata Nilai Transaksi Pekan Lalu Turun dari Rp 15 Triliun Jadi Rp 13 Triliun

"Secara akumulatif, investor asing membukukan net sell senilai Rp54,27 triliun sejak awal tahun," tulis BEI.

Rupiah berdasarkan kurs Bloomberg terapresiasi ke level Rp16.198/USD dari sebelumnya Rp16.238/USD.

Selain itu, Bursa Efek Indonesia atau BEI juga merilis beberapa perkembangan dari dalam negeri lainnya terangkum dalam domestic highlights hari ini.

Pertama, BPS melaporkan bahwa Indonesia mengalami inflasi 0,19% (mom) dan 1,87% (yoy) pada Juni 2025. 

BACA JUGA:Domestic Highlights Hari Ini, Anggaran Makan Gratis Turun 22 Persen, Peringkat Daya Saing RI Anjlok

BACA JUGA:Domestic Highlights Hari Ini, Kemenaker Rilis Jumlah PHK Juni 2025 Melonjak, Bansos Ditambah Rp 11,93 Triliun

Adapun kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kelompok utama penyumbang inflasi Juni 2025.

Kedua, BPS melaporkan Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2025 tercatat surplus sebesar USD4,30 miliar atau 61 bulan secara beruntun. 

Sumber: