Optimalkan Peran AgenBRILink dan Mantri BRI, Desa Ngoran Sejahterakan Warga dan Wujudkan Desa Digital

Optimalkan Peran AgenBRILink dan Mantri BRI, Desa Ngoran Sejahterakan Warga dan Wujudkan Desa Digital

Desa Ngoran sejahterakan warga dengan optimalkan peran AgenBRILink dan Mantri BRI dan masuk 15 besar Nugraha Karya Desa BRILiaN 2023.-dok bri-

JATIM, RADARPALEMBANG.COM - Lewat inovasi desa digital serta pengembangan BUMDes, Desa Ngoran berhasil masuk lima belas besar Nugraha Karya Desa BRILiaN 2023 yang diinisiasi BRI. Desa BRILiaN diselenggarakan BRI sejak 2020.

Desa Ngoran berada di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim).

Memiliki luas wilayah 310 hektare, sebagian besar warganya berprofesi sebagai petani dan penyedia jasa di sektor perdagangan.

Kades Ngoran Imam Syaiful mengatakan, di wilayahnya terdapat beberapa potensi ekonomi. Mulai dari perkebunan pohon kelapa, perkebunan manggis, perajin gendang jimbe, perajin bidak catur, gamelan, kentongan, kuda lumping, hingga ternak ikan koi.

BACA JUGA:Kisah Desa Air Lengit Maksimalkan Potensi Jahe dan Inklusi Keuangan lewat BRImo, AgenBRILink, serta QRIS

Potensi itu dikembangkan dengan memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Mandiri. Alhasil, nilai bisnis dari BUMDes Karya Mandiri mampu meningkatkan pendapatan asli desa.

Imam Syaiful berusaha membawa desanya melek digital. Di antaranya dengan membuat inovasi digitalisasi pelayanan publik.

Bentuk konkretnya, menerapkan tanda tangan digital kepala desa berupa barcode dan membuat aplikasi Simpeldesa.

Program inkubasi desa ini bertujuan menghasilkan role model dalam pengembangan desa, melalui implementasi praktik kepemimpinan desa yang unggul, serta semangat kolaborasi untuk mengoptimalkan potensi desa berbasis Sustainable Development Goals (SDG’s).

BACA JUGA:Sukses Desa Air Lengit Kepri Manfaatkan BRImo, AgenBrilink, dan QRIS untuk Maksimalkan Produksi Jahe Teduh

Lebih jauh Imam bercerita, Simpeldesa dihadirkan pada 2023. Aplikasi itu punya beragam fitur yang dapat digunakan masyarakat untuk mengakses sejumlah layanan administrasi kependudukan dari mana saja dan kapan saja.

Inovasi Simpeldesa, terinspirasi dari pengalaman Imam saat tinggal di Korea Selatan (Korsel). Desa-desa di negeri Ginseng itu menyediakan pelayanan masyarakat secara digital untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Saat tinggal di Korsel, dia merasakan kemudahan pelayanan digital yang dihadirkan pemerintah desa setempat bagi masyarakat.

"Saya pernah bekerja sebagai migran di Korsel. Desa tempat saya tinggal di Korsel sejak 2008 sudah mengadopsi pelayanan administrasi digital. Saya merasakan sendiri kemudahan serta kenyamanan layanan tersebut. Sejak saat itu, saya bercita-cita desa tempat asal saya bisa menerapkan pelayanan berbasis digital," kenangnya.

Sumber: