Dorong Pariwisata Bangkit, Pemerintah Kembangkan Potensi Wellness Tourism Berbasis Kearifan Lokal

Dorong Pariwisata Bangkit, Pemerintah Kembangkan Potensi Wellness Tourism Berbasis Kearifan Lokal

Menko perekonomian Airlangga Hartarto, beberkan langkah pemerintah kembangkan Potensi Wellness Tourism Berbasis Kearifan. (foto:dok/radar palembang)Lokal --

RADAR PALEMBANG - Dorong bangkitnya industri pariwisata pasca covid-19,  pemerintah kembangkan potensi wellness tourism yang berbasis kearifan lokal.  Ini sesuai dengan berubahnya prilaku wisatawan baik lokal, regional maupun global.

Wellness tourism adalah liburan yang menitikberatkan pada tujuan memelihara, mengelola, serta meningkatkan kesehatan dan kondisi tubuh secara keseluruhan. Dalam hal ini perilaku wisatawan akan berubah dan menitik beratkan kepada health, hygiene, safety, dan security.

Prilaku wisatawan saat ini menekankan pada aspek kesehatan dan keamanan dan suatu tindakan pencegahan penyakit yang menitikberatkan pada usaha kesehatan perseorangan atau manusia beserta lingkungan tempat orang tersebut berada

Menurut Menko Perekonomian Arilangga Hartarto, pemerintah kembangkan potensi wellness tourism karena saat ini, sektor itu sedang tumbuh pesat di dunia. Indonesia dapat kembangkan wellness tourism berbasis kearifan lokal

BACA JUGA:Indonesia Terancam Resesi Ekonomi, Masuk Daftar 15, Sri Mulayani Bilang Potensinya Kecil

Dengan tingginya animo masyarakat, potensi Wellness Tourism terhadap perekonomian global tercatat mengalami peningkatan dari USD 4,2 triliun di tahun 2017 menjadi 4,5 triliun di tahun 2019.

Wellness Tourism juga diproyeksikan mengalami pertumbuhan yang signifikan pada tahun 2022 menjadi USD 919,4 miliar dengan rata-pertumbuhan 7,5% per tahun dan mencakup 18% dari total pariwisata global.

‘’Indonesia bisa mengambil peluang itu dengan ikut mengembangkan potensi wellness tourism berbasis kearifan lokal,’’ujar Airlangga, sebagaimana tertuang dalam siara pers, Kemenko perekonomian yang diterima media ini, Jumat, 4 Agustus 2022.

Airlangga menyampaikan, sektor pariwisata merupakan salah satu kontributor esensial dalam penerimaan devisa negara dan menjadi pemantik perekonomian nasional. Industri pariwisata mampu menyerap tenaga kerja yang cukup besar dan memungkinkan terjadinya pemerataan pendapatan masyarakat.

BACA JUGA:KSSK Beberkan 6 Kekuatan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Krisis Global, Ini Langkah Strategis Pemerintah

‘’Makanya dalam pemulihan ekonomi pasca covid 19, sektor pariwisata menjadi salah satu fokus pemerintah.  Berbagai kebijakan telah diambil baik skala lokal maupun internasional,’’ujarnya saat mewakili Presiden Joko Widodo dalam menyampaikan Keynote Speech secara virtual pada acara International Wellness Tourism Conference and Festival 2022, Jumat (05/08).

Dia menjelaskan, dengan keberhasilan inovasi produk-produk dan jasa Wellness Tourism akan membuktikan komitmen Indonesia untuk ikut berpartisipasi dalam mendorong penguatan ketahanan kesehatan dunia.

‘’Pesatnya pertumbuhan Wellness Tourism turut menciptakan peluang bagi bisnis kebugaran, semua segmen industri perjalanan, dan bisnis-bisnis lainnya di dalam negeri. Mar kita bersama-sama kembangkan Wellness Tourism berbasis kearifan lokal,” ungkapnya.

Dia mejelaskan, pemerintah kembangkan potensi Wellness Tourism  berbasis kearifan local, seperti pada pengembangan herbal drink, aromaterapi, dan makanan sehat dengan mengoptimalkan penggunaan bahan baku lokal.

BACA JUGA:Ini 6 Langkah Strategis Pemerintah Hadapi Krisis dan Tekanan Global

Dengan pemanfaatan bahan baku lokal tersebut diharapkan mampu mendorong pengembangan serta inovasi obat-obatan herbal dan makanan sehat lokal sehingga berdampak pula pada pembangunan ketahanan sistem kesehatan yang berkelanjutan.

“Mari mendukung pemerintah kembangkan Wellness Tourism berbasis kekayaan lokal yang saat ini sedang dilakukan pengembangan di tiga daerah, yaitu Solo, Yogyakarta dan Bali,” ungkap Menko Airlangga.

Selain pengembangan berbasis kearifan lokal, Pemerintah turut memanfaatkan inovasi teknologi digital dengan peralatan dan metode terkini serta penguatan destinasi berbasis produk dan jasa wellness.

‘’Melalui kedua pendekatan tersebut, diharapkan mampu menghasilkan destinasi dan produk Wellness Tourism yang berkualitas dan berdaya saing.’’

Dalam menutup sambutan, Menko Airlangga turut menyampaikan berbagai

Airlangga menjelaskan, potensi kekayaan wisata Indonesia yang mampu mendorong kebijakan pemerintah mulai dari potensi wellness tourism seperti situs-situs pemandian air panas, kekayaan destinasi eco-tourism.

‘’Kita memadukan itu dengan keindahan alam seperti aktivitas menyehatkan seperti hiking, menyelam, atau snorkeling. Begitu juga dengan beragamnya produk rempah-rempah yang bermanfaat untuk meningkatkan imun tubuh, perawatan tubuh, kecantikan, pengobatan, dan aroma,’’pungkasnya. (yui)

 

Sumber: