Kekecewaan dan Kemarahan Walikota Palembang Ratu Dewa Tumpah Saat Pimpin Rapat Antisipasi Banjir
Walikota Palembang H Ratu Dewa berang, saat memimpin rapat koordinasi antisipasi genangan menghadapi musim hujan, Rabu 16 September 2026.-kominfo palembang-
PALEMBANG, RADARPALEMBANG.ID - Walikota Palembang H Ratu Dewa berang, saat memimpin rapat koordinasi antisipasi genangan menghadapi musim hujan, Rabu 16 September 2026.
Pasalnya, rapat yang membahas kesiapan penanganan banjir tersebut, justru dihadiri staf PPPK sebagai perwakilan salah satu organisasi perangkat daerah (OPD).
Walikota Ratu Dewa melakukan pemeriksaan mendadak dalam rapat koordinasi penanganan banjir bersama jajaran instansi terkait, untuk menghadapi kedatangan musim penghujan.
Langkah ini dilakukan guna memastikan kesiapan infrastruktur kota, sebelum memasuki puncak musim hujan pada Oktober mendatang.
BACA JUGA:Sampai Kapan Pembelajaran Jarak Jauh di Palembang Berlaku? Ini Kata Ratu Dewa
"Sebenarnya hari ini yang memimpin rapat adalah Pak Asisten, tetapi saya mendadak mau cek langsung, karena ini saya anggap cukup vital, apalagi di bulan 10 kita akan memasuki musim penghujan," ujar Ratu Dewa usai memimpin rapat penanganan banjir.
Dalam peninjauan tersebut, Pemkot Palembang memfokuskan perhatian pada pola pemetaan dan pemeriksaan ulang (check and recheck) di titik-titik rawan genangan.
"Kita fokus konsentrasi dulu pada 12 titik genangan air yang ada di jalan-jalan protokol, walaupun di samping itu ada 28 titik lainnya. Saya ingin memetakan betul penanganan jangka pendek, menengah, dan panjangnya seperti apa," jelasnya.
Beberapa lokasi protokol yang menjadi perhatian utama antara lain kawasan Jalan Angkatan 45, depan Damri, Jalan A Rivai, depan Khadijah, depan DA, Asrama Haji, Kembang Iwak, SMK 2, Jalan Mayor Salim Batubara, hingga Dharma Agung.
BACA JUGA:Walikota Ratu Dewa Lantik Pj Sekda Palembang Sulaiman Amin
Ratu Dewa memaparkan sejumlah kendala utama di lapangan, seperti kondisi jalan nasional yang amblas, cross drain terputus, hingga penyempitan saluran drainase.
Untuk mengantisipasi genangan air di titik-titik krusial, pemerintah akan menyiagakan pompa portabel serta berkoordinasi dengan Balai Sungai dan Balai Jalan Nasional. Selain itu, partisipasi aktif warga juga dinilai sangat penting.
Sumber:



