Viral! Kakek 72 Tahun Nikahi Gadis Muda,Ternyata Legenda Sepakbola Malaysia
Viral pernikahan kakek berusia 72 tahun yang ternyata merupakan legenda sepakbola Malaysia dengan gadis muda berusia 20 tahun--
RADARPALEMBANG.ID - Viral pernikahan kakek berusia 72 tahun yang ternyata merupakan legenda sepakbola Malaysia dengan gadis muda berusia 20 tahun.
Legenda sepakbola Malaysia Datuk Abdah Alif yang mempersunting seorang wanita yang jauh lebih muda 52 tahun darinya ramai menuai perhatian internasional.
Sebelumnya foto-foto pernikahan Datuk Abdah dan istri barunya yang jadi viral mengundang pertanyaan dari netizen.
Tak lama kemudian berita tersebut dikonfirmasi oleh adik Abdah, Datuk Yunus Alif, yang menyatakan kedua keluarga telah menyetujui pernikahan itu, seperti dilaporkan New Straits Times (NST).
BACA JUGA:Sudah Urus Berkas di KUA, Kapan Andre Taulany Nikahi Amanda Rigby?
BACA JUGA:Usai Jakarta dan Makassar, Soundrenaline Sana Sini Segera Hadir di Palembang 19 September Nanti
Yunus, yang juga merupakan mantan pemain dan pelatih tim nasional, mengatakan tidak ada masalah terkait pernikahan yang mengundang berbagai komentar tersebut. Ia pun mendoakan kebahagiaan bagi kakak dan iparnya.
"Mereka mungkin sedang berbulan madu saat ini, itulah sebabnya dia tidak menjawab panggilan telepon. Yang pasti, mereka memang sudah menikah, dan kami mendoakan yang terbaik bagi keduanya," kata Yunus dikutip oleh media lokal Sinar Daily.
Beredar di media sosial, sejumlah orang sempat menyangsikan keaslian foto-foto pernikahan tersebut. Menurut sumber terdekat yang juga mantan rekan setim Abdah, gambar tersebut benar diambil dari upacara pernikahan mereka yang baru saja berlangsung.
Namun, sumber tidak memberikan informasi lebih lanjut mengenai tanggal atau lokasinya.
Datuk Abdah merupakan bagian dari skuad nasional pada masa kejayaan sepak bola Malaysia di akhir tahun 1970an dan awal 1980an. Ia juga turut membantu timnas lolos ke Olimpiade Moskow 1980.
Namun sayangnya, tim Abdah tidak pernah sampai ke Moskow setelah Malaysia memboikot Olimpiade sebagai bentuk protes terhadap invasi Uni Soviet ke Afganistan.
Sumber:



