Oh! Ternyata Begini Cara Pertamina Tentukan Harga BBM Non-Subsidi
PT Pertamina Patra Niaga menjelaskan terkait cara perhitungan dan penetapan harga BBM non subsidi seperti Pertamax 92 dan lainnya--
Kualitas produk diawasi secara berkala mulai dari terminal, proses distribusi, hingga diterima masyarakat di SPBU.
Bisakah Harga Pertamax 92 Kembali Turun?
Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia mengungkapkan harga BBM non-subsidi seperti Petamax 92 dan lainya bisa turun jika harga minyak dunia turun.
BACA JUGA:Krisis, Malaysia Mulai Batasi BBM Subsidi, Berlaku Mulai 1 April
"Untuk BBM non-subsidi kita berbicara tidak haya Pertamax, tapi juga produk BBM yang dijual oleh badan usaha swasta juga.
Ini mekanismenya memang mengikuti mekanisme harga pasar. Minyak mentah dunia berapa harganya, apakah naik, apakah turun, nah mau tidak mau BBM non-subsidi itu harus mengikuti sesuai dengan harga keekonomian.
Walaupun tetap ada aturannya, di Kepmen 245 Tahun 2022 yang mengatur harga untuk jenis bahan bakar tertentu," kata Dwi dalam Konferensi Pers Bakom tentang Update Program Prioritas Pemerintah, Rabu, 17 Juni 2026.
Menurut Anggia, karena mengikuti harga pasar, harga BBM non-subsidi pasti akan turun jika harga minyak dunia turun. Pun kalau harga minyak dunia naik, mau tidak mau harga BBM non-subsidi akan naik.
"Apakah (harga BBM non-subsidi) bisa turun? Pasti. Ketika harga minyak dunia turun, bisa dipastikan harga BBM non-subsidi juga akan turun.
Begitu juga sebaliknya, ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan, mau tidak mau tidak terhindarkan, harga BBM non-subsidi harus menyesuaikan dengan harga keekonomiannya.
Kalau tidak, ini akan mempengaruhi keberlanjutan atau keberlangsungan pengadaan energi nasional," ujar Anggia.
"Kalau ditanya akan turun nggak (kalau) harga minyak dunia turun? Pasti akan penyesuaian juga untuk penurunan harga BBM non-subsidi," pungkasnya.
Sumber:



