IPOSC Harus Bisa Bikin Petani Berinovasi
Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel H Mawardi Yahya saat membuka IPOSC dan Expo ke II 2022 yang di selenggarakan oleh Perkumpulan Forum Petani Kelapa Sawit Jaya Indonesia (POPSI) di Hotel Aryaduta Palembang, Selasa (29/11). --
Gamal Nasir, Dewan Pembina POPSI menyatakan petani kelapa sawit harus bangga sebab menjadi salah satu penentu ekonomi Indonesia relatif tahan terhadap resesi, karena sawit merupakan sumber devisa. Gamal minta petani harus selalu meningkatkan kapasitasnya supaya daya saing sawit Indonesia tetap bertahan.
Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar, Ditjen Perkebunan, Kementan, Hendratmojo Bagus Hudoro menyatakan sekarang harga TBS sedang bagus, sebaiknya petani menyisihkan pendapatanya untuk masa depan seperti peremajaan kebun. Persaingan ke depan akan semakin ketat, India yang selama ini jadi importir terbesar sedang menanam besar-besaran supaya bisa memenuhi kebutuhan sendiri. Hal seperti ini harus diantisipasi sejak sekarang. Hilirisasi menjadi salah satu kunci utama .
Pemerintah juga mendorong kemitraan supaya tidak ada lagi masalah petani seperti TBS tidak ada yang beli, mutunya rendah dan lain-lain. Baik perusahaan maupun petani didorong untuk bermitra yang saling menguntungkan, jadi tidak hanya jual beli TBS saja.
Mengenai PSR, Bagus menekankan bahwa Ditjenbun justru ingin supaya target bisa dipenuhi. “Sejak menjadi direktur saya terus berusaha meningkatkan rekomtek dan realisasi. Bulan November ada 7.000 ha, kemarin ada yang siap 6.000 ha sehingga akhir Desember bisa bertambah 6.000 ha. Kalau persyaratan lengkap saya jamin rekomtek sehari sudah keluar,” katanya.
Mansuetus Darto, Sekjen Serikat Petani Kelapa Sawit menyatakan dia baru pulang dari Eropa yang salah satu agendanya bertemu dengan parlemen Eropa. Dalam pertemuan itu Darto minta supaya parlemen Eropa jangan rugikan petani kelapa sawit.
“Program utama mereka adalah tracebility (ketelusuran). Uni Eropa mau membantu dengan perubahan dari level pasar sehingga petani punya akses pasar langsung. Semua produk sawit apakah bersertifikat ISPO, RSPO akan ditelusuri ulang. Masing-masing petani harus teridentifikasi dengan jelas lokasi kebun dan luasnya. Ini juga kritik diri bagi organisasi supaya anggotanya jelas by name by adress. Jangan selalu teriak tetapi ketika diminta data anggota tidak bisa memberikan,” katanya.
Untuk Indonesia emas 2045 harus ada road map jelas soal sawit. Darto mengusulkan hulu dikelola oleh korporasi petani sedang perusahaan masuk ke hilir. Jadi masalah sawit tidak hanya berputar-putar disitu saja tetapi lebih maju lagi. (sep)
Sumber:


