Kualitas Udara Palembang Kian Berbahaya, 17.434 Warga Terkena ISPA

Senin 05-10-2026,11:20 WIB
Reporter : Maulana Muhammad
Editor : Maulana Muhammad

RADARPALEMBANG.ID - Berdasar data dari Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang dan Stasiun PM2.5 Talang Betutu milik BMKG, kualitas udara  di Palembang  pada Senin, 5 Oktober 2026 berada di level berbahaya.

Tercatat konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 berada di level berbahaya yakni mencapai 881 µg/m³ sejak dini hari hingga pagi hari.

"Iya, masih dalam kategori berbahaya, sejak dini hari hingga pagi ini. PM2.5 tertinggi pada pukul 07.00 WIB di angka 881 µg/m³ di Talang Betutu.

Sementara di Musi 2 angka tertingginya pada pukul 03.00 WIB di angka 802,3 µg/m³," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Wandayantolis, Senin, 5 Oktober 2026.

BACA JUGA:17.434 Warga Palembang Terkena ISPA, Imbas Bencana Kabut Asap yang Kian Pekat

BACA JUGA:Tampak Mirip, ISPA dan Influenza Itu Penyakit Berbeda, Mari Pahami Gejala dan Cara Mencegahnya

Ia menjelaskan di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, pada pukul 01.00 WIB angka PM2.5 di angka 307,7 µg/m³, kemudian langsung meningkat signifikan di angka 730 µg/m³ pada pukul 02.00 WIB, selanjutnya kembali naik di angka 802,3 µg/m³ pukul 03.00 WIB.

Setelah mencapai angka tertingginya, angkanya kemudian mulai berangsur menurun, hingga pada pukul 07.00 WIB di angka PM.25 berada di 402,1 µg/m³.

Sementara itu di Stasiun PM2.5 Talang Betutu tercatat PM2.5 berada di kisaran angka 353,8 µg/m³. pada pukul 02.00 WIB dan tercatat angka tertingginya terjadi pada pukul 07.00 WIB di angka 881 µg/m³.

"PM2.5 tercatat berada di level berbahaya atau hitam sejak dini hari hingga pagi hari. Bahkan di Talang Betutu angka sangat tinggi di 881µg/m³," ujarnya.

BACA JUGA:6 Tips Jaga Kesehatan saat Bencana Kabut Asap di Palembang Masih Berlanjut

BACA JUGA:Kabut Asap Pekat, Palembang Terapkan Sekolah Daring untuk PAUD-SMP, Distribusi MBG Tetap Jalan

17.434 Warga Palembang Terkena ISPA 

Jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Palembang terus melonjak hingga 17.434 kasus pada September 2026. 

Angka kasus ISPA tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang tahun ini, di tengah kondisi kabut asap yang semakin pekat.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan jumlah kasus ISPA pada September meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Menurutnya, kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut menjadi perhatian pemerintah.

Kategori :