Kinerja Keuangan Tetap Solid
Penguatan fondasi teknologi berjalan seiring dengan pertumbuhan kinerja keuangan yang sehat. Hingga Juni 2026, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (Persero) (BSI) membukukan laba bersih Rp4,16 triliun, meningkat 11%(YOY).
Pertumbuhan laba didukung oleh ekspansi bisnis yang berkualitas, peningkatan kontribusi bisnis emas, serta penghimpunan dana yang semakin kuat.
BACA JUGA:BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Kolaborasi Buka Akses KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja
Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 22% menjadi Rp393 triliun, didorong peningkatan dana murah (CASA) menjadi Rp238 triliun.
Pertumbuhan CASA berasal dari tabungan yang mencapai Rp173 triliun dan giro sebesar Rp65,5 triliun, sehingga semakin memperkuat struktur pendanaan Perseroan.
Komposisi pendanaan yang semakin efisien berhasil menurunkan Cost of Fund (CoF) menjadi 2,19% memberikan ruang yang lebih besar bagi Perseroan untuk meningkatkan daya saing sekaligus menjaga profitabilitas.
Di sisi intermediasi, pembiayaan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (Persero) (BSI) tumbuh merata di seluruh segmen bisnis.
BACA JUGA:Transformasi Teknologi BSI Tuntas, Bisnis Digital Siap Melaju Lebih Cepat
BACA JUGA:BSI Region III Palembang Siap Implementasi Digitalisasi Bisnis
Pembiayaan wholesale mencapai Rp95 triliun, pembiayaan ritel dan UMKM sebesar Rp55,83 triliun, sedangkan pembiayaan konsumer meningkat menjadi Rp189,25 triliun.
Pertumbuhan pembiayaan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (Persero) (BSI) tersebut tetap diiringi dengan kualitas aset yang terjaga, tercermin dari NPF Gross sebesar 1,80% dan NPF Net sebesar 0,33%.
Diversifikasi sumber pendapatan juga semakin kuat. Fee Based Income meningkat 38,15% menjadi Rp4,1 triliun, didorong makin melesatnya ekonsistem bisnis BSI termasuk bisnis emas serta transaksi digital.
Secara keseluruhan, total aset PT Bank Syariah Indonesia Tbk (Persero) (BSI) mencapai Rp464,5 triliun, tumbuh 16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
BACA JUGA:BSI Apresiasi Penempatan SAL, Perkuat Pembiayaan Produktif untuk Dorong Ekonomi Rakyat