Ketika sel ini mendeteksi adanya zat asing atau pemicu stres, mereka akan mengalami degranulasi, yaitu proses pelepasan butiran-butiran berisi histamin dan mediator peradangan lainnya ke jaringan sekitarnya.
Histamin menyebabkan pembuluh darah kecil (kapiler) melebar dan dindingnya menjadi lebih permeabel atau “bocor”. Plasma darah kemudian merembes keluar ke dermis (lapisan kulit), menyebabkan pembengkakan lokal yang kita lihat sebagai bentol.
Saraf di kulit juga terstimulasi oleh zat-zat ini, yang kemudian mengirimkan sinyal gatal ke otak.
BACA JUGA:60 Second to Tokyo Kembali Hadir di fave+ hotel Palembang
Cara Mengatasi Bentol secara Mandiri di Rumah
Jika bentol yang kamu alami tergolong ringan dan tidak disertai gejala sistemik, kamu bisa melakukan beberapa langkah penanganan awal di rumah:
Kompres Dingin: Gunakan kain yang dibasahi air dingin untuk mengompres area yang bentol. Suhu dingin membantu mengecilkan pembuluh darah dan mengurangi rasa gatal.
Gunakan Pakaian Longgar: Hindari gesekan yang dapat memperparah iritasi. Pilih pakaian berbahan katun yang lembut dan longgar.
Jangan Menggaruk: Menggaruk justru akan melepaskan lebih banyak histamin dan bisa menyebabkan luka yang berujung pada infeksi bakteri.
Mandilah dengan Air Biasa: Hindari mandi dengan air panas karena panas dapat memicu pelebaran pembuluh darah dan memperparah bentol.
Untuk meredakan gatal dan membantu bentol lebih cepat kempis, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.
Biasanya, apoteker akan menyarankan penggunaan lotion berbahan calamine atau antihistamin bebas yang aman digunakan sesuai aturan pakai.
BACA JUGA:Rekomendasi Film Bioskop Juni-Juli 2026 Terbaru dan Seru, Yuk Cek Jadwal Tayangnya!
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun sebagian besar bentol akan hilang dengan sendirinya, ada beberapa kondisi “bendera merah” yang mengharuskan kamu segera mencari bantuan medis profesional:
1. Angioedema