RADARPALEMBANG.ID - Bisakah harga BBM Non Subsidi Pertamax 92 mengalami penurunan setelah harga minyak dunia terus turun usai Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat berdamai.
Dengan dibukanya jalur utama pengiriman energi dunia, maka kepastian stok akan semakin tinggi. Pada Selasa, harga minyak dunia menyentuh level terendah dalam tiga bulan terakhir.
Minyak mentah Brent turun US$ 4,21 atau 5,1% menjadi US$ 78,96 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS merosot US$ 4,70 atau 5,8% menjadi US$ 76,05 per barel.
Penutupan tersebut menjadi yang terendah bagi Brent sejak 2 Maret dan bagi WTI sejak 4 Maret.
Sebagai perbandingan, sebelum perang AS-Iran pecah pada 28 Februari, harga Brent ditutup di level US$ 72,48 per barel dan WTI berada di US$ 67,02 per barel.
BACA JUGA:Pertamina Naikan Harga BBM Hari ini, Pertamax 92 Kini Rp 16.250 per Liter
"Harga minyak mentah turun cepat karena pasar berasumsi Selat Hormuz akan segera dibuka kembali," kata Direktur Energy Futures Mizuho, Bob Yawger, dikutip dari Reuters.
Sementara itu menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), harga BBM non-subsidi seperti Petamax 92 dan lainya bisa turun jika harga minyak dunia turun.
"Untuk BBM non-subsidi kita berbicara tidak haya Pertamax, tapi juga produk BBM yang dijual oleh badan usaha swasta juga.
Ini mekanismenya memang mengikuti mekanisme harga pasar. Minyak mentah dunia berapa harganya, apakah naik, apakah turun, nah mau tidak mau BBM non-subsidi itu harus mengikuti sesuai dengan harga keekonomian.
BACA JUGA:Andalkan Pasokan Domestik, Kilang Plaju Perkuat Ketahanan BBM di Tengah Dinamika Geopolitik Global
Walaupun tetap ada aturannya, di Kepmen 245 Tahun 2022 yang mengatur harga untuk jenis bahan bakar tertentu," kata Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia dalam Konferensi Pers Bakom tentang Update Program Prioritas Pemerintah, Rabu, 17 Juni 2026.
Menurut Anggia, karena mengikuti harga pasar, harga BBM non-subsidi pasti akan turun jika harga minyak dunia turun. Pun kalau harga minyak dunia naik, mau tidak mau harga BBM non-subsidi akan naik.