RADARPALEMBANG.ID - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno mengatakan Pemerintah bakal menerapkan metode pembelajaran daring sebagai strategi hemat energi atas kenaikan harga minyak dunia.
Seperti diketahui saat ini Pemerintah tengah berupaya melakukan penghematan energi sebagai respons atas kenaikan harga minyak dunia.
Penghematan yang dilakukan Pemerintah tersebut pun akan berimbas pada banyak hal, salah satunya pada kegiatan belajar mengajar.
Menurut Pratikno, penerapan strategi hemat energi akan dilakukan pada operasional gedung perkantoran serta sekolah.
BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Sumsel Jajaki Pembentukan Sentra KI di Perguruan Tinggi Bersama LLDIKTI Wilayah II
BACA JUGA:Hasil TKA SD-SMP Jadi Bahan Penilaian di SPMB 2026 Jalur Prestasi
Dia menuturkan ada penyesuaian metode pembelajaran daring dan luring sesuai karakteristik mata pelajaran per April 2026.
"Untuk menjaga kualitas pendidikan kegiatan pembelajaran yang bersifat praktikum tetap diarahkan berlangsung secara tatap muka,” kata Pratikno, Selasa 17 Maret 2026.
Pratikno mengeklaim kebijakan penghematan energi tidak mengganggu proses pembelajaran maupun pelayanan publik lainnya.
"Sehingga tidak menimbulkan dampak negatif yang berlebihan bagi masyarakat,” ujarnya.
Mantan rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) itu mengatakan perumusan kebijakan efisiensi didasarkan pada data dengan mempertimbangkan pengalaman pengaturan mobilitas pada saat pandemi COVID-19 lalu.
Dia menyebut pemerintah menyepakati lima strategi utama penghematan energi lintas instansi.
Pertama, penerapan skema kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara (ASN), kedua penguatan pemanfaatan platform digital.