Lebaran 2026 Versi Pemerintah dengan Muhammadiyah, Kemenag Beri Sinyal Ada Perbedaan

Selasa 10-03-2026,12:00 WIB
Reporter : Susi Yenuari
Editor : Susi Yenuari

PALEMBANG, RADARPALEMBANG.ID - Kementerian Agama (Kemenag) memberi sinyal perbedaaan tanggal Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Kapan pelaksanaan lebaran 2026 menurut versi pemerintah dan Muhammadiyah?

Direktur Urusan Agama Islam Kemenag RI Arsad Hidayat mengatakan posisi hilal pada akhir Ramadan berdasarkan perhitungan hisab, masih belum memenuhi kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan negara anggota MABIMS (Malaysia, Brunei, Indonesia, dan Singapura).

"Jadi kalau berdasarkan hitungan hisab, untuk ketinggian itu 0 sampai 3 derajat, tertinggi itu ada di Aceh.

Kemudian untuk elongasi 4 sampai 6 derajat. Di ketinggian mungkin memenuhi, tetapi dari sudut elongasi masih kurang," ujar Arsad dalam konferensi pers di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, kemarin. 

BACA JUGA:Beda Awal Puasa dengan Pemerintah, Muhammadiyah Jelaskan Dasar Tetapkan 1 Ramadan 1447H Jatuh pada 18 Februari

Belum Penuhi Kriteria MABIMS

Menurut Arsad, standar visibilitas hilal yang digunakan oleh negara anggota MABIMS menetapkan dua syarat utama. Hilal dinyatakan mungkin terlihat apabila memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Namun berdasarkan perhitungan astronomi saat ini, posisi hilal menjelang akhir Ramadhan diperkirakan belum sepenuhnya memenuhi kriteria tersebut.

Meski dari sisi ketinggian ada kemungkinan mencapai batas minimal, sudut elongasi masih berada di bawah standar yang ditetapkan.

BACA JUGA:Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H akan Digelar pada 19 Maret 2026, Penetapan Hari Raya Idul Fitri 2026

Sidang Isbat Akan Digelar 19 Maret 2026

Meski demikian, Kemenag menegaskan bahwa keputusan resmi penetapan Idul Fitri tetap menunggu hasil sidang isbat. Sidang tersebut dijadwalkan berlangsung pada 19 Maret 2026.

“Kalau berdasarkan kriteria visibilitas hilal MABIMS memang masih tidak mungkin untuk dilihat, tetapi keputusan akhir tetap menunggu hasil sidang Isbat yang akan dilaksanakan pada 19 Maret nanti,” kata Arsad.

BACA JUGA:Kemenag dan DPR Ajak Umat Hormati Perbedaan Penetapan Ramadan 1447 H/2026 M

Prediksi Idul Fitri Versi Pemerintah

Sebelumnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkirakan Idul Fitri 1447 Hijriah versi pemerintah berpotensi jatuh pada 21 Maret 2026.

Perkiraan tersebut didasarkan pada posisi hilal saat matahari terbenam pada 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara yang belum memenuhi kriteria MABIMS.

Idul Fitri versi Muhammadiyah

Diberitakan sebelumnya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal. Berdasarkan penetapan tersebut, 1 Syawal 1447 Hi atau Lebaran 2026 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Kategori :