Sah! Ruspanda Karibullah Resmi Pimpin Fokal IMM Sumsel, Periode 2025-2030

Sabtu 14-02-2026,20:23 WIB
Reporter : Maulana Muhammad
Editor : Maulana Muhammad

Sedangkan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumsel Ridwan Hayatuddin menyatakan, bahwa Muhammadiyah itu merupakan organisasi tersukses di dunia.

BACA JUGA:Hadiri Wisuda ke-182 Unsri, Menko AHY Ajak Lulusan Berkontribusi Bagi Bangsa

BACA JUGA:Terjangkau Bagi Mahasiswa, Ini Fasilitas dan Harga Sewa Rusunawa Unsri yang Dikunjungi Menko AHY

''Muhammadiyah itu artinya pengikut Muhammad. Dan IMM itu salah satu kader Ortom Muhammadiyah. Kita juga harus lebih baik dari kemarin," ungkap Ridwan.

Dilanjutkan Ridwan, kenapa Muhammadiyah itu bisa menjadi organisasi besar, karena banyak memiliki orang yang bekerja dengan ikhlas.

''Kader Muhammadiyah itu banyak berjihad, bekerja keras dan bekerja dengan ikhlas. Sehingga organisasi Muhammadiyah ini bisa langgeng, Ijtihad serta Tajdid," tutur Ridwan.

Sementara Ketua Umum Fokal IMM Prof DR Ma'mun Murod MSi, melalui Sekretaris Jenderal (Sekjen) DR Yusuf Warsim MHum, mengucapkan selamat atas pelantikan Fokal IMM Sumsel ini.

BACA JUGA:Kemendikdasmen Perkuat Transformasi Layanan Digital Melalui MELIA

BACA JUGA:Simak Jadwal Lengkap Libur Sekolah dan Cuti Bersama di Bulan Ramadhan hingga Lebaran Idul Fitri 2026

''Semoga pengurus Fokal IMM Sumsel diberi kelancaran dalam mengemban amanah. Dan harus mendapat berkah dari Allah SWT," ungkap Yusuf Warsim.

Dijelaskan Yusuf Warsim, secara sosiologis, Fokal IMM itu sebagai purna bakti IMM, sehingga Fokal itu jangan lupa historis.

''Fokal IMM itu harus memperkuat alumni IMM, baik dalam persyarikatan, keummatan, serta perannya dalam berbangsa dan bernegara," jelas Yusuf Warsim.

Sehingga, tambah Yusuf Warsim, etika yang terbangun dari kader Fokal IMM itu harus tercermin dalam diri seluruh kader.

BACA JUGA:40 Tahun Pengalaman, Nurul Fikri Palembang Siap Bantu Siswa Raih Prestasi Gemilang dan Lolos PTN Impian

BACA JUGA:Pedoman TKA Tingkat SD dan SMP 2026, Catat Tanggal dan Materinya!

''Etika yang terbangun itu juga harus dilakukan dalam segala hal. Sebab, pemimpin itu diberi kewenangan, namun kewenangannya dengan batasan-batasan tertentu," tambah Yusuf Warsim.

Kategori :