Omoda O4 diproyeksikan sebagai SUV entry-level dengan desain futuristik Cyber Mecha.
Kolaborasi Chery dan Jaecoo ini ini menyasar konsumen muda dengan konsep personalisasi “Born Unique” serta kokpit bergaya e-sports.
Menariknya, Omoda O4 akan hadir dengan berbagai opsi powertrain, mulai dari bensin, hybrid, PHEV, hingga EV. Fleksibilitas ini membuatnya kompetitif di segmen crossover kompak.
8. BAIC BJ81
BJ81 merupakan pengembangan dari BJ80 dengan pendekatan elektrifikasi REEV. Secara visual, desainnya mengingatkan pada Mercedes-Benz G-Class dengan karakter kotak dan gagah.
Model ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan SUV bertenaga, tangguh, namun tetap efisien untuk penggunaan jangka panjang.
BAIC menargetkan kehadiran BJ81 pada akhir 2026 dengan opsi setir kanan.
9. BAIC BJ30
BAIC juga melihat peluang besar di segmen keluarga. BJ30 versi tujuh penumpang dengan mesin konvensional disiapkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan kabin luas.
Varian hybrid tidak dihadirkan untuk konfigurasi ini karena keterbatasan ruang baterai.
Meski begitu, BJ30 7-seater tetap menjanjikan kepraktisan dan kenyamanan untuk perjalanan jarak jauh bersama keluarga.
10. Arcfox T1
Arcfox T1 menjadi bukti keseriusan BAIC dalam menjangkau pasar yang lebih luas.
Sebagai hatchback listrik, T1 dirancang untuk konsumen urban yang menginginkan kendaraan ringkas, praktis, dan ramah lingkungan.
Posisi Arcfox T1 sebagai EV terjangkau membuatnya menarik bagi pengguna pemula yang ingin beralih dari mobil konvensional ke listrik tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Melihat deretan model di atas, jelas bahwa mobil baru 2026 akan didominasi oleh teknologi elektrifikasi, namun tetap memberikan ruang bagi mesin konvensional yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen Indonesia.