3. Hentikan kebiasaan merokok
Para perokok beresiko terkena stroke 2−4 kali lebih tinggi. Hal ini karena nikotin dalam rokok dapat meningkatkan tekanan darah, serta karbon monoksida dalam asap rokok bisa menurunkan kadar oksigen di dalam darah.
Kadar trigliserida pada tembakau juga dapat mengakibatkan darah lebih mudah menggumpal, dan merusak pembuluh darah.
Sebagai cara mencegah stroke, maka berhentilah merokok. Berhenti merokok selama 2−4 tahun terbukti dapat menurunkan risiko terkena stroke.
4. Menghentikaan kebiasaan mengonsumsi alkohol
BACA JUGA:Cara Memperbanyak Sperma Dalam 1 Hari, Cek Faktanya di Sini, Pejuang Garis Dua Wajib Tau
Selain rokok, konsumsi minuman beralkohol juga dapat meningkatkan resiko terkena stroke. Maka dari itu sebgaiknya hentikanlah kebiasaan meminum minuman beralkohol.
Minuman beralkohol dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan fibrilasi atrium. Kedua kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko terkena stroke.
Selain itu, minuman beralkolhol juga mengandung kalori yang tinggi, sehingga dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan makin meningkatkan risiko terkena stroke.
5. Mengontrol tekanan darah
Tekanan darah tinggi merupakan penyebab terbesar terjadinya stroke baik pada laki-laki maupun wanita. Tingginya tekanan darah dapat pembuluh darah menjadi rapuh dan penyumbatan pembuluh darah.
Keduanya bisa melemahkan pembuluh darah arteri dan membuatnya lebih mudah pecah.
Untuk mencegah kondisi ini terjadi sekaligus sebagai cara mencegah stroke, Anda perlu mengontrol tekanan darah agar tetap stabil.
Caranya adalah dengan tidak mengonsumsi garam lebih dari 1.500 miligram sehari, tidak mengonsumsi makanan yang tinggi kolesterol, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, berolahraga, serta berhenti merokok.