Herman Deru sendiri sebelumnya telah membuat peraturan daerah (perda) terkait kearifan lokal. "Perda tersebut kita keluarkan untuk menata kearifan lokal yang disimbolkan oleh tanjak. Tanjak tersebut sebagai simbol pemersatu suku-suku yang ada di Sumsel ini," tuturnya.
Di sisi lain, Herman Deru mengakui, kehadiran masyarakat keturunan suku Jawa di Sumsel membawa dampak cukup baik bagi daerah ini. Etos kerja baik yang menjadi sikap masyarakat Jawa pada umumnya, bisa dicontoh masyarakat Sumsel.
BACA JUGA:Resmi, Herman Deru Sebut Insya Allah HDMY jilid II di Pilkada 2024
"Banyak yang dapat ditiru oleh penduduk asli Sumsel dari masyarakat Jawa ini salah satunya soal kedisiplinan kerjanya. Inilah yang membuat sejumlah sektor di Sumsel bisa tumbuh menjadi besar seperti sektor pertanian," terangnya. (*)