Adinda Rahma Pertiwi, Okta Beno, Alifia Fani Diah Rahayu, Santiara, Novita Okima Purnama Sari,
Dina Innaka putri, Intan Fermata sari, Indri mariska. Dari komunitas Tani dan Eco Enzyme, Robeah Aryani (Plant Eco Sumsel).
Kegiatan ini merupakan penyuluhan dan sekaligus praktek dan sosialisasi Eco Enzyme beserta manfaatnya.
Hal menarik dalam kegiatan pengabdian ini adalah kombinasi antara penanaman bayam brazil, menggunakan metode matematika sederhana, serta menggunakan Eco Enzyme sebagai pupuk dan pestisida.
Menurut bu Fitri, yang juga merupakan Lektor Kepala FMIPA jurusan Matematika UNSRI, didampingi ibu Yani dari Plant Eco Sumsel, alasan memilih eco enzyme sendiri dalam kegiatan ini, selain pemanfaatan sampah organik, meminimalisir sampah rumah tangga, penyelamatan alam, karena eco enzyme sendiri memiliki unsur matematika dalam pembuatan dan pengaplikasiannya, terbukti dengan adanya tabulasi perbandingan rumus awal 1: 3:10 pembuatannya, yaitu 1 kg molase atau gula aren, 3 kilo bahan organik, 10 liter air. "Selain untuk pupuk dan pestisida, banyak sekali penggunaanya yang belum ter eksplor, " katanya.
Acara ini juga sekaligus membagikan secara simbolis untuk 6 dusun di Desa Pulau semambu kec.Indralaya, yang diserahkan bu Fitri kepada perwakilan desa Pulau Semambu yang mengikuti acara tersebut, berupa bibit bayam gratis dan molase dari Tim pengabdian FMIPA Matematika UNSRI, dan kontribusi Eco Enzyme dari bpk. Haris Chan dari Eco Enzyme Nusantara, Sumsel, Plant Eco Enzyme, yang juga merupakan koordinator Eco Enzyme Sumatera Selatan. Bu Fitri juga mrnyampaikan agar masyarakat yang telah diberikan pelatihan tersebut supaya dapat segera mempraktekan dan mengaplikasikannya juga dalam kegiatan sehari-hari.(sep)