Rio Rahmansyah, Marcomm Harper Palembang, Berawal dari Keliling Hotel, Temukan Karir Impian dan Cinta Sejati
Perjalanan karier Rio Rahmansyah, Marcomm Harper Palembang mengajarkan bahwa menemukan tempat yang tepat membutuhkan proses.--
PALEMBANG, RADARPALEMBANG.ID – Ketertarikan terhadap dunia perhotelan ternyata bisa tumbuh dari hal sederhana. Bagi Rio, semuanya berawal dari kebiasaan mengikuti sang ayah berkeliling ke sejumlah hotel sejak masih duduk di bangku SMP.
Dari berbagai perjalanan tersebut, Rio mulai mengenal dunia hospitality. Ia tidak hanya menikmati suasana hotel, tetapi juga tertarik dengan bangunan, arsitektur, hingga pelayanan yang menjadi bagian penting dalam industri perhotelan.
Pengalaman masa kecil itu perlahan membentuk ketertarikannya terhadap dunia pariwisata. Bahkan, ketika memasuki bangku SMA, kegemarannya bepergian ke berbagai tempat semakin menguatkan keinginannya untuk melanjutkan pendidikan di bidang tersebut.
Pilihan akhirnya jatuh pada jurusan Pariwisata di Universitas Brawijaya, Malang, salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia.
BACA JUGA:Harper Palembang Hadirkan East Meet West, Perpaduan Cita Rasa Timur dan Barat
BACA JUGA:Meriahkan Hari Kemerdekaan RI Harper Palembang Luncurkan Promo Menarik
Bagi Rio, kuliah bukan sekadar duduk di ruang kelas dan mempelajari teori. Dunia pariwisata justru memberinya kesempatan untuk belajar langsung dari lingkungan sekitar.
Bahkan, dalam menyelesaikan tugas hingga penelitian skripsi, Rio banyak beraktivitas di berbagai destinasi wisata. Pengalaman tersebut membuatnya semakin memahami bahwa industri pariwisata memiliki ruang yang sangat luas untuk dikembangkan.
Kesempatan pertama mengenal dunia kerja profesional datang ketika ia menjalani program magang di Hotel Borobudur Jakarta pada 2022.
Menariknya, Rio mendapat kesempatan bergabung di bagian Marketing Communication (Marcomm) yang kemudian menjadi salah satu pekerjaan yang paling sesuai dengan minat dan kemampuannya.
BACA JUGA:ASITA Sumsel Gandeng ARYADUTA Palembang Ubah Tamu Hotel Jadi Pasar Wisata
Pengalaman bekerja di balik layar hotel memberinya banyak pelajaran, terutama tentang bagaimana sebuah perusahaan membangun citra, memperkenalkan produk, menjalin hubungan dengan publik, hingga menyusun strategi promosi.
Namun, perjalanan kariernya tidak langsung berjalan mulus.Setelah menyelesaikan pendidikan, Rio sempat mencoba peruntungan di dunia retail. Pada 2024, ia diterima bekerja di Ramayana melalui program Management Trainee (MT) yang dipersiapkan untuk mencetak calon pemimpin perusahaan dan ditempatkan di Cikarang, Jawa Barat.
Meski mendapatkan pengalaman berharga melalui program pengembangan kepemimpinan tersebut, pria kelahiran 18 Agustus 2001 ini mulai menyadari bahwa pekerjaan di bidang operasional retail bukanlah tempat yang paling sesuai dengan passion dirinya.
Terlebih, pola kerja enam hari dalam sepekan membuatnya semakin mempertimbangkan kembali arah karier yang ingin dibangun. Akhirnya, ia mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dan kembali ke kampung halaman, Palembang, pada 2025.
BACA JUGA:Nikmati Kuliner Khas Palembang Sepuasnya, BATIQA Hotel Hadirkan Promo Ngidang Rp85 Ribu
BACA JUGA:Nikmati Relaksasi Autentik Balinese Traditional Massage di The Zuri Hotel Palembang
Kembali ke Palembang bukan berarti perjalanan kariernya berhenti. Justru, di kota inilah Rio mencoba berbagai pengalaman pekerjaan baru.
Ia sempat terlibat dalam usaha vendor fotografi untuk buku tahunan sekolah, mengelola bagian marketing, hingga membantu perusahaan konstruksi dalam proyek penyediaan material paving block untuk kawasan Danau Biru.
Dari pekerjaan tersebut, Rio juga belajar membuat konten, menggunakan drone, serta mengembangkan kemampuan pemasaran digital.
Meski sempat mencoba berbagai bidang, satu hal yang tidak pernah benar-benar ditinggalkannya adalah ketertarikan terhadap dunia Marcomm.
BACA JUGA:fave+ hotel Palembang Hadirkan Marble Lounge, Tawarkan Paket Ngopdar Mulai Rp 35 Ribu
BACA JUGA:The Zuri Hotel Palembang Hadirkan Meat Platter hanya Rp 280 Ribu
Ia pun kembali mencoba melamar pekerjaan di industri perhotelan. Sayangnya, kesempatan itu tidak langsung datang. Pengalaman magang di Hotel Borobudur yang hanya sekian bulan membuat sejumlah perusahaan masih memandang sebelah mata dan belum menerima dirinya untuk bergabung di perusahaan tersebut.
“Bekal magang selama tiga bulan mereka anggap seperti anak baru lulus yang belum punya banyak pengalaman, fresh graduate,” ucapnya.
Namun, kegagalan tersebut tidak membuatnya patah semangat.Kesempatan akhirnya datang ketika ia bergabung dengan Harper Hotel Palembang pada tahun 2025.
Di tempat inilah Rio kembali menekuni bidang yang sejak awal memang ia minati. Ia bahkan mendapat kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan dari dasar.
BACA JUGA:Dukung Gaya Hidup Sehat, Wyndham OPI Hotel Palembang Buka Akses Gym dan Kolam Renang untuk Publik
BACA JUGA:The Alts Hotel Palembang Hadirkan Social Galas Penuh Kehangatan Bagi Tamu Setia
Bersama para senior dan pimpinan yang membimbingnya, Rio mulai memahami lebih dalam bagaimana pekerjaan Marketing Communication dijalankan dalam industri perhotelan.
Menurutnya, Marketing Communication bukan sekadar membuat konten atau mempromosikan produk. Posisi ini merupakan perpaduan antara marketing dan komunikasi yang memiliki peran penting dalam membangun citra perusahaan.
Tugasnya cukup beragam, mulai dari menjalin hubungan dengan media, influencer, menyusun materi promosi, membuat press release, merancang kegiatan atau event, hingga mengembangkan konsep komunikasi pemasaran.
Salah satu tantangan terbesarnya ketika pertama kali bergabung di Harper adalah membangun hubungan dengan media di Palembang.
BACA JUGA:Salatin Hotel Palembang Perdana Hadirkan Moonlight BBQ Night
BACA JUGA:The Alts Hotel Palembang Hadirkan Suite Treats, Pengalaman Menginap tak Terlupakan
Berbeda ketika berada di tempat sebelumnya di mana sudah memiliki sejumlah kenalan, di Palembang ia harus kembali memulai semuanya dari nol. Namun penuh tekad ia akhirnya bisa melewati semua hingga kini ia memiliki hubungan cukup erat dengan media lokal.
Di balik perjalanan kariernya yang penuh pengalaman, di hotel ini, ia juga bertemu dengan calon pendamping hidup dan akan mengarungi bahtera rumah tangga akhir 2026 mendatang.
Dengan mata berbinar ia menceritakan awal kisah perkenalan dengan Nanda yang bertugas di bagian Front Office Harper Palembang. Awalnya hanya sebatas saling mengenal. Hingga akhirnya, komunikasi di antara keduanya mulai terjalin.
Hubungan yang awalnya biasa saja kemudian berkembang menjadi serius. Bahkan, Rio mengaku sejak awal tidak ingin menjalani hubungan sekadar untuk berpacaran tanpa tujuan yang jelas. Keduanya kemudian sepakat merencanakan pernikahan setelah sang calon istri menyelesaikan masa kontrak kerjanya.
Sumber:

