Dari Lokasi Karhutla, Sarbaini Memantau Kehamilan Istri
Selama tugas masih mengharuskannya berada jauh dari rumah, panggilan video menjadi salah satu cara Sarbaini mengikuti kabar kehamilan istrinya. --
MUBA, RADARPALEMBANG.ID - Ketika istrinya menjalani kehamilan pertama, Muhammad Sarbaini harus berada jauh dari rumah untuk menjalankan tugas pemadaman kebakaran hutan dan lahan.
Panggilan video menjadi cara mereka menjaga komunikasi, sementara Ummi Syarofah harus menjalani pemeriksaan kehamilan tanpa didampingi suami. Di rumah, ibu Sarbaini juga menunggu kabar keselamatan putranya.
Ummi Syarofah harus menjalani pemeriksaan kehamilan tanpa didampingi suaminya, Muhammad Sarbaini.
Padahal, kehamilan tersebut merupakan pengalaman pertama bagi pasangan ini. Pada trimester awal, ketika kondisi fisiknya masih lemah, Ummi harus pergi memeriksakan kandungan sendiri karena sang suami sedang menjalankan tugas pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BACA JUGA:22 Ton Beras dari Kepedulian Menjadi Aksi, ASN Palembang Bersatu Bantu Warga Terdampak Asap Karhutla
BACA JUGA:Pemadaman Karhutla di JSC - Talang Keramat Terkendala Pasokan Air
Sarbaini merupakan petugas pemadam karhutla PT Rimba Hutani Mas (RHM) yang telah bekerja selama sekitar empat tahun. Pekerjaannya mengharuskan ia siap menjalankan penugasan dalam waktu lama, bahkan pernah sekitar dua bulan tidak pulang ke rumah. Selama masa tersebut, ia dan istrinya harus menyesuaikan diri dengan keadaan, termasuk ketika sedang mempersiapkan kelahiran anak pertama.
Bagi Ummi, menjalani kehamilan tanpa kehadiran suami secara langsung bukan perkara mudah. Ada banyak pengalaman baru yang ingin dibagikan, mulai dari perubahan kondisi tubuh hingga perkembangan calon buah hati mereka. Namun, pekerjaan Sarbaini tidak selalu memungkinkan keduanya berada di tempat yang sama.
"Pastinya sedih karena waktu bersama keluarga menjadi kurang. Tapi karena itu tanggung jawab, maka akan tetap saya dukung," tutur Ummi.
Sarbaini juga merasakan beratnya berjauhan dari keluarga. Ia memahami bahwa istrinya membutuhkan perhatian selama kehamilan, tetapi tanggung jawab sebagai petugas pemadam menuntutnya tetap berada di lokasi penugasan hingga pekerjaan selesai.
BACA JUGA:Muba Siagakan Fasilitas Kesehatan 24 Jam, Siap Tangani Masyarakat Terdampak Kabut Asap Karhutla
BACA JUGA:Pemadaman Karhutla di JSC - Talang Keramat Terkendala Pasokan Air
"Berat menahan rindu. Tapi sebagai kepala rumah tangga, kita harus menjalani tugas dan tanggung jawab sebagai kepala keluarga dan sebagai seorang firefighter," ujar Sarbaini.
Mengikuti Kehamilan dari Jauh
Sumber:

