PEMPROV HUT SUMSEL 2026
BANNER BSB
Banner Honda PCX 160 2025

Kualitas Udara Palembang Masih Berbahaya, Masyarakat Diminta Waspada

Kualitas Udara Palembang Masih Berbahaya, Masyarakat Diminta Waspada

Data Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang menyebut kualitas udara di Palembang masih menunjukkan kualitas udara pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.--

RADARPALEMBANG.ID -  Data Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang menyebut kualitas udara di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) masih menunjukkan kualitas udara pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis berdasarkan data pemantauan, konsentrasi partikulat halus (PM2.5) di wilayah tersebut tercatat tinggi.

"Angka tertinggi mencapai 401,8 mikrogram per meter kubik pada pukul 02.00 WIB," ujar Wandayantolis Jumat, 11 September 2026.

Meski angka partikulat halus menurun pada pukul 03.00 WIB, kategorinya tercatat masih pada level sangat tidak sehat dengan 204 µg/m³.

BACA JUGA:Datang ke Palembang, Menbud Fadli Zon Patikan Revitalisasi BKB Berjalan

BACA JUGA:Sampai Kapan Pembelajaran Jarak Jauh di Palembang Berlaku? Ini Kata Ratu Dewa

Buruknya kualitas udara itu masih tercatat hingga pagi hari. Data terakhir pukul 09.00 WIB, tercatat juga masih di kisaran 87,5 µg/m³ atau level tidak sehat.

Kondisi buruknya kualitas udara ini terjadi di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi hingga kini di sejumlah wilayah Sumsel. Asap dari karhutla turut berdampak terhadap kualitas udara di Palembang.

Menurutnya, asap hasil karhutla dapat meningkatkan konsentrasi partikulat di udara dan menyebabkan jarak pandang serta kualitas udara menurun.

"Kualitas udara masih belum membaik, karena masih ada karhutla di wilayah Sumsel," ujar Wandayantolis.

BACA JUGA:Ini Kebijakan Pemrov Sumsel Terkait Pembelajaran Siswa Selama Kabut Asap

BACA JUGA:Petakan Kebutuhan Riil Pegawai, Kemenkum Sumsel Validasi Beban Kerja Jabatan Fungsional

Dia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.

"Sebaiknya masyarakat tetap menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan," imbuhnya.

Sumber: