Gubernur Herman Deru Ajak Masyarakat Perbanyak Doa, Sumsel Gelar Salat Istisqa Hadapi Karhutla
Sumsel H Herman Deru, Wagub Sumsel H Cik Ujang, Kapolda Sumsel, Salat Istisqa dan doa bersama di halaman Kantor Gubernur Sumsel.-humas pemprov sumsel-
SUMSEL, RADARPALEMBANG.ID– Gubernur Sumsel H Herman Deru mengajak masyarakat untuk memperbanyak doa dan meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi berbagai dampak musim kemarau, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal tersebut disampaikannya saat melaksanakan Salat Istisqa dan doa bersama Wakil Gubernur Sumsel H Cik Ujang, Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan Feby Herman Deru, Ketua BKOW Provinsi Sumatera Selatan Lidyawati Cik Ujang, serta jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Kamis 3 September 2026.
Salat Istisqa dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama kepada Allah SWT agar Provinsi Sumatera Selatan terhindar dari berbagai bencana alam, termasuk Karhutla yang dalam beberapa waktu terakhir menimbulkan asap dan berdampak terhadap kualitas udara.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Herman Deru mengajak seluruh masyarakat untuk menyadari bahwa kemampuan manusia memiliki keterbatasan dalam menghadapi berbagai kondisi alam.
BACA JUGA:Gubernur Herman Deru: Jangan Berharap Hujan, Perkuat Operasi Darat Padamkan Karhutla
“Alhamdulillah, kita semakin sadar bahwa kemampuan kita ini sangat terbatas. Jangan pernah bandingkan dengan pencipta, Allah SWT,” ujar Herman Deru.
Menurutnya, Sumsel baru saja melewati fase awal fenomena El Nino. Kondisi tersebut belum mencapai puncaknya, tetapi telah menjadi ujian bagi masyarakat sekaligus mendorong berbagai pihak untuk terus berupaya menghadapi persoalan yang terjadi di masing-masing daerah.
“Kita baru saja melalui fase tahapan awal El Nino. Ini bukan puncak, tetapi tahapan awal. Ini menguji mentalitas kita bahwa manusia sudah berinovasi dan berbuat dari berbagai penjuru wilayah, baik dalam skala nasional, provinsi maupun kabupaten/kota, dengan persoalan yang berbeda-beda,” jelasnya.
Herman Deru juga menyampaikan bahwa dampak musim kemarau tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Sumsel. Sejumlah daerah lain turut menghadapi persoalan kekeringan yang menyebabkan masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
BACA JUGA:Herman Deru: Almarhum Rachmat Gobel Sosok Rendah Hati dan Mampu Merangkul Semua Kalangan
“Di musim kemarau saat ini ada juga saudara-saudara kita di daerah lain yang mengalami kekeringan air sehingga kesulitan untuk minum dan mandi. Dan kita rasakan sendiri berhadapan dengan asap,” katanya.
Terkait kondisi asap yang menyelimuti Kota Palembang, Herman Deru menjelaskan bahwa secara geografis Palembang berada di wilayah yang relatif rendah. Kondisi tersebut membuat asap dari wilayah lain dapat bergerak menuju Palembang dan cenderung terperangkap ketika kondisi angin tidak cukup kuat untuk mendorongnya keluar.
Sumber:



