PEMPROV HUT SUMSEL 2026
BANNER BSB
Banner Honda PCX 160 2025

Resmi Dijual Rp 47,8 Triliun, Ini Pemilik Baru Pizza Hut

Resmi Dijual Rp 47,8 Triliun, Ini Pemilik Baru Pizza Hut

Secara resmi Yum! Brands mengumumkan penjualan jaringan restoran Pizza Hut senilai US$ 2,7 miliar atau setara Rp 47,87 triliun.--

RADARPALEMBANG.ID - Secara resmi Yum! Brands mengumumkan penjualan jaringan restoran Pizza Hut senilai US$ 2,7 miliar atau setara Rp 47,87 triliun. 

Adapun pemilk baru dari restoran merek pizza legendaris tersebut yakni LongRange Capital sementara bisnis di China akan dibeli Yum China Holdings.

Keputusan tersebut terpaksa diambil setelah Pizza Hut menghadapi berbagai tantangan bisnis, mulai dari penurunan penjualan hingga persaingan ketat.

Penjualan akan dilakukan melalui dua transaksi terpisah yakni LongRange Capital senilai US$ 1,5 miliar, sementara bisnis di China akan dibeli Yum China Holdings senilai US$ 1,2 miliar.

BACA JUGA:Cinta Batik Semarang Kembangkan Batik Ramah Lingkungan hingga Jangkau Pasar Internasional Berkat LinkUMKM BRI

BACA JUGA:Pegadaian Dukung Penataan Kampung Kapitan, Wujudkan Tepian Sungai Musi yang Lebih Menarik dan Nyaman

"Di bawah LongRange dan Yum China, Pizza Hut akan berada di posisi yang baik untuk pertumbuhan di masa depan dengan kepemilikan yang membawa keahlian mendalam di industri restoran," kata Kepala Eksekutif Yum! Brands, Chris Turner dikutip dari BBC, Rabu, 17 Juni 2026.

Dengan melepas Pizza Hut, Yum! Brands bermaksud untuk merampingkan fokus dan sumber daya perusahaan pada merek inti yang tersisa seperti KFC dan Taco Bell.

Transaksi dengan LongRange Capital dan Yum China diharapkan akan selesai pada kuartal III-2026, tergantung pada persetujuan peraturan.

Yum! Brands pertama kali mengungkap sedang menjajaki potensi penjualan pada November 2025, setelah beberapa kuartal mengalami penurunan penjualan di gerai yang sama di Amerika Serikat (AS).

BACA JUGA:Awalnya Amsterdam, Mlatiwangi Kembangkan Tas Serat Alam hingga Tembus Pasar Internasional Berkat LinkUMKM BRI

BACA JUGA:BRI Siapkan Dana Rp 500 M Buyback Saham, Tegaskan Keyakinan Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang Tetap Solid

Pasar tersebut sangat penting bagi jaringan ini karena menyumbang 40% dari total penjualan internasionalnya.

Penurunan kinerja didorong oleh persaingan yang semakin ketat dari jaringan restoran cepat saji yang sedang berkembang seperti Domino's, Papa John's dan Little Caesars.

Sumber: