PEMPROV HUT SUMSEL 2026
BANNER BSB
Banner Honda PCX 160 2025

Kinerja Solid, BSI Perkuat Fundamental ESG

Kinerja Solid, BSI Perkuat Fundamental ESG

Wakil Direktur Utama BSI, Bob T Ananta.-Bank Syariah Indonesia -

JAKARTA, RADARPALEMBANG.ID - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) semakin diminati masyarakat. 

Terbukti hingga Maret 2026 kepercayaan nasabah PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk mencapai 23,7 juta mengalami peningkatan signifikan 9,26 juta nasabah pasca merger. 

Melesatnya jumlah basis nasabah dikarenakan peran PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) yang memiliki Dual License sebagai bank syariah dan Bank Emas/Bullion bank. 

Sejak tahun 2025 untuk pertama kalinya PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mampu menumbuhkan jumlah customer diatas dua juta dalam setahun. 

BACA JUGA:Support Kelancaran Puncak Haji, BSI Kirim 600 Kursi Roda ke Tanah Suci

BACA JUGA:BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Meningkatnya customer based secara tidak langsung mengakselerasi peningkatan bisnis Perseroan.

Hingga Maret 2026, Kinerja PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) semakin solid. Terbukti hampir seluruh indikator tumbuh positif. 

Kinerja positif pada periode ini ditopang dari Dana Pihak Ketiga (DPK) PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencapai Rp376,80 Triliun yang didominasi dana murah yakni Tabungan sebesar Rp164,50 Triliun. 

Selain itu fungsi intermediasi yang seimbang antara DPK dan Pembiayaan mampu mendorong laba BSI mencapai Rp2,20 Triliun naik 22,98% (YOY).

BACA JUGA:BSI dan BAZNAS Hadirkan Layanan Digital DAM Haji dan Kurban, Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah Nasional

BACA JUGA:BSI dan Muhammadiyah Sinergi Bangun Ekosistem Digital Pendidikan Islam Lewat EduMu

Profit laba PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) yang tumbuh juga didukung atas konsistensi Perseroan meningkatkan kinerja pembiayaan Rp329 triliun dengan fokus pembiayaan Konsumer. 

Meski tumbuh signifikan, secara kualitas pembiayaan yang disalurkan cukup sehat dengan indikasi Non-Performing Financing (NPF) gross 1,8% membaik dari 1,88% periode sebelumnya. 

Sumber: