Bank Sumsel Babel Salurkan Bantuan Perbaikan RTLH 2026 Dukung Program Pemerintah
Bank Sumsel Babel (BSB) menyalurkan Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun 2026 di Kelurahan 11 Ulu Palembang.-Bank Sumsel Babel -
PALEMBANG, RADARPALEMBANG.ID - Bank Sumsel Babel (BSB) kembali menghadirkan bantuan nyata melalui Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun 2026 di Kelurahan 11 Ulu Palembang, Selasa 5 Mei 2026.
Langkah Bank Sumsel Babel (BSB) membantu upaya pemerintah memperkuat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun 2026 menjadi harapan baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk dapat tinggal di rumah yang lebih aman dan layak.
Salah satu penerima manfaat program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun 2026, Nurmalinda, merasakan langsung perubahan tersebut.
BACA JUGA:Bank Sumsel Babel dan PT Taspen Perluas Kerja Sama Pembayaran Dukung Kemudahan Layanan Peserta
BACA JUGA:Lady Rara Malam Ini, Siap Meriahkan Pengundian Bank Sumsel Babel Super Grand Prize Tabungan Pesirah
Sebagai ibu tunggal dengan tiga anak, sehari-hari ia bekerja sebagai pengemudi ojek daring demi memenuhi kebutuhan keluarga dan pendidikan anak-anaknya.
Sebelumnya, kondisi rumah yang ditempati Nurmalinda jauh dari kata layak.
Kini, melalui bantuan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun 2026 dari Bank Sumsel Babel (BSB), keluarganya memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman untuk menjalani kehidupan sehari-hari.
"Bagi saya, rumah ini adalah jawaban dari doa anak-anak saya. Terima kasih Bank Sumsel Babel telah memberikan tempat berteduh yang layak bagi kami untuk memulai hari dengan lebih tenang," ujar Nurmalinda dengan mata berkaca-kaca.
BACA JUGA:Bank Sumsel Babel Permudah Akses Kredit bagi Guru Bersertifikasi
BACA JUGA:Wujud Apresiasi Nasabah, Bank Sumsel Babel Cabang Manggar Umumkan Pemenang Utama Tabungan Pesirah
Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun 2026 yang dijalankan Bank Sumsel Babel atau BSB tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik rumah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Hunian yang layak dinilai mampu mendukung kesehatan keluarga, memberikan rasa aman, serta menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi tumbuh kembang anak.
Sumber:



