BANNER PEMPROV MARET-APRL 2026
BANNER BSB
Banner Honda PCX 160 2025

Tim Pagarapat PT BAP Diaktifkan, Jadi Model Penanganan Konflik Satwa di Sumatera

Tim Pagarapat PT BAP Diaktifkan, Jadi Model Penanganan Konflik Satwa di Sumatera

Manajemen PT BAP bersama Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel, Kepala BKSDA, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten OKI, serta unsur pemerintah Kecamatan Air Sugihan meresmikan Posko Tim Pagarapat di area perkebunan PT BAP, Air Sugihan, Kabupat--

OKI, RADARPALEMBANG.ID – PT Bumi Andalas Permai (PT BAP) bersama Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten OKI, serta unsur Pemerintah Kecamatan Air Sugihan meresmikan Posko Tim Pagarapat (Pasukan Gajah Reaksi Cepat), Senin, 27 April 2026, di area perkebunan PT BAP, Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Posko ini diharapkan menjadi pusat koordinasi penanganan konflik manusia dan gajah di kawasan lanskap Sugihan–Simpang Heran.

Tim Pagarapat merupakan program multipihak yang dibentuk sejak 2024 untuk mendukung kehidupan berdampingan antara manusia dan Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus).

Posko tersebut berada di wilayah konsesi PT BAP yang berbatasan dengan Desa Bukit Batu, Desa Banyu Biru, Desa Simpang Heran, Desa Srijaya Baru, dan Desa Jadimulya. Dalam operasionalnya, tim ini melibatkan 25 masyarakat perwakilan lima desa, petugas BKSDA Sumsel, petugas KPH, serta personel perusahaan.

BACA JUGA:Terapkan Komitmen Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan, PT Pusri Palembang Raih Proper Hijau dari KLH BPLH


Apel Tim Pagarapat PT BAP sebelum diresmikan.-swandra/radarpalembang.id-

Perwakilan Manajemen PT BAP, Iwan Setiawan, mengatakan perusahaan bersama pemerintah dan masyarakat berkomitmen menekan angka interaksi negatif antara manusia dan satwa melalui pemantauan gajah serta pengelolaan habitat yang lestari.

Menurutnya, kawasan Sugihan–Simpang Heran merupakan salah satu kantong habitat penting yang membutuhkan pengawasan berkelanjutan.

Posko Pagarapat berfungsi sebagai pusat koordinasi dan pemantauan untuk berbagai kegiatan konservasi dan penanganan satwa liar, terutama gajah sumatera di lanskap Sugihan-Simpang Heran,” ujar Iwan saat menyampaikan sambutan.

Ia menjelaskan, pembentukan posko berawal dari konflik yang kerap terjadi antara masyarakat dengan kawanan gajah liar. Karena itu, kehadiran tim ini diharapkan mampu memberi perlindungan bagi warga sekaligus memastikan satwa tetap aman di habitatnya.

BACA JUGA:Rumah Zakat dan Universitas Terbuka Palembang Teken MoU Pengumpulan Dana ZIS di Lingkungan Kampus

“Tim ini istimewa dan menjadi kebanggaan bersama. Mereka menjaga dan melindungi agar tidak ada korban, baik dari pihak masyarakat maupun satwa,” katanya.

Iwan juga menceritakan salah satu upaya pemantauan melalui pemasangan GPS collar pada induk gajah terbesar yang menjadi pemimpin kelompok. Namun di lapangan, perilaku satwa kerap menunjukkan hal tak terduga.

“Kita berharap pergerakan mereka bisa terpantau dari gerakan induk yang diikuti kawanan lain. Tapi gajah ini pintar, induk besar tadi justru diam, sementara yang lain keluar,” ujarnya.

Sumber: